Info Politik – Komisi Pemilihan Umum Deklarasikan Jokowi Sebagai Gubernur DKI Jakarta yang Terpilih

Info Politik – Komisi Pemilihan Umum Jakarta (KPUD) pada Sabtu (29 Sep) telah menegaskan bahwa  Joko ‘Jokowi’ Widodo sebagai gubernur terpilih Jakarta. Jokowi akan dilantik sebagai gubernur baru pada tanggal 7 Oktober 2012.

KPUD Jakarta, dalam penghitungan resmi, menunjuk Jokowi sebagai pemenang putaran kedua pemilihan gubernur. Jokowi, yang juga memenangkan putaran pertama pemilu, mengalahkan ‘Foke’ Gubernur Fauzi Bowo yang menjabat dengan 2,47 juta (53,82%) suara. Sementara Fauzi hanya punya 2,12 juta (46,18%) suara.

Jokowi, menurut KPUD, memenangkan pemilihan di semua kota, kecuali Kepulauan Seribu.

KPUD juga mengungkapkan bahwa jumlah pemilih, yang tidak berpartisipasi dalam putaran kedua pemilihan, masih tinggi yaitu 33,2%. KPU mengatakan bahwa bagaimanapun jumlah itu lebih baik dari babak pertama yang 36,3%.

Belum ada pernyataan tentang hasil penghitungan resmi dari tim Fauzi, apakah mereka akan menggugat hasil ke Mahkamah Konstitusi (MK) atau tidak. Tim Fauzi, bagaimanapun, mengatakan bahwa mereka menerima kekalahan dari Jokowi.

Jokowi, sementara itu, dalam bukunya menanggapi penghitungan resmi, menyatakan bahwa ia siap melayani mandat sebagai gubernur Jakarta yang baru. Dia mengatakan bahwa ia telah merencanakan agenda pertamanya di hari pertama sebagai gubernur.

“Pertama, saya akan di Solo. Setelah dilantik, pada tanggal 8 Oktober, saya akan mulai bekerja. Jadi, nanti kita akan tahu mana tempat dan apa program yang harus diprioritaskan, “kata Jokowi di kantor KPUD pada hari Sabtu.

Jokowi menggarisbawahi bahwa agenda untuk berkeliling Jakarta sangat penting karena dia ingin mengetahui secara langsung tentang apa yang diinginkan orang dan apa program yang harus diprioritaskan dalam masa jabatannya. Jokowi juga meminta wartawan untuk tetap menonton penampilannya setelah pelantikan.

Sebuah masalah rumit Jakarta sudah menunggu Jokowi untuk diselesaikan. Masalah kemacetan akut, banjir musiman, dan birokrasi yang korup hanya beberapa di antaranya dan masih ada yang lain.

Jokowi, Walikota Solo di Jawa Tengah, mengikuti pemilu DKI Jakarta dengan pasangan Basuki ‘Ahok’ Tjahaja Purnama. Mereka hanya didukung oleh koalisi dua partai politik (PDI-P dan Partai Gerindra). Sementara Fauzi, anggota dewan penasehat Partai Demokrat, didukung oleh tujuh partai politik. Selain Demokrat, Golkar, PPP, dan PKS, ada juga PAN, Hanura, dan PKB yang sudah mendukung Fauzi sejak babak pertama.

 

Info Politik

About The Author

Reply