Info Politik Terbaru – Tersangka dalam Kasus Simulator SIM Siap untuk Menyanyi di KPK

 

Tampaknya kasus pengadaan simulator SIM di POLRI terus bergulir dan perlahan-lahan menemukan titik terang setelah beberapa tersangka memberikan kesaksian mereka. Yang terbaru, Sukotjo S. Bambang, salah satu tersangka dalam kasus korupsi simulator SIM, mengatakan ia bermaksud untuk mengungkapkan informasi tambahan yang penting bagi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengenai peran pemain lain dalam kasus ini.

Pengacara Sukotjo, Erick S Paat, menyampaikan pesan kliennya ke KPK secara tertulis, Senin.

“Kami ingin KPK untuk kembali memanggil klien saya sehingga kita dapat mengungkapkan lebih lanjut informasi mendalam tentang kasus ini,” kata Erick kepada wartawan di markas KPK, Senin. Keberanian Sukodjo akan memberikan jalan terang dalam kasus ini dan masyarakat luas akan segera tahu proses lanjutan kasus ini.

Dia mengatakan informasi tersebut melibatkan peran para tersangka lain sehubungan dengan kasus ini, termasuk orang yang mendalangi itu. Tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka baru dalam kasus tersebut.

Erick, bagaimanapun, menolak untuk menyebutkan nama. “Kami tidak ingin mengungkapkan nama di sini karena kita takut orang yang terlibat akan menyiapkan strategi untuk menghindari penuntutan.”

Kasus ini berpusat pada sebuah proyek pengadaan simulator SIM di Divisi Lalu Lintas Polisi Republik Indoneia (Korlantas) senilai Rp 200 miliar (US $ 21,2 juta). Setelah KPK menemukan kejanggalan dalam proyek, komisi memangggil empat tersangka, termasuk Sukotjo.

Sukotjo adalah direktur PT Inovasi Teknologi Indonesia, sebuah perusahaan subkontrak pemenang tender proyek, PT Citra Mandiri Metalindo Abadi (CMMA). Tiga tersangka lainnya adalah mantan Kepala Inspektur Korlantas. Jenderal Djoko Susilo, mantan wakil korps Brigjen kepala. Jenderal Didik Purnomo dan Direktur PT CMMA Budi Susanto.

Terlepas dari kasus simulator, yang telah meningkatkan ketegangan antara KPK dan kepolisian, Erick mengatakan bahwa kliennya juga memiliki informasi tentang kasus lisensi pengemudi di Korlantas.

Nilai kasus pengadaan simulator SIM diperkirakan sekitar Rp 700 miliar. Kasus ini mengejutkan masyarakat karena para tersangka adalah aparat hukum yang seharusnya melek hukum.

 

 

Info Politik Terbaru

Be Sociable, Share!

 

Tags

Related Posts

  • No Related Posts