Info Politik Terkini – KPU Diminta Lebih Rinci dalam Pengumuman Verifikasi Parpol

 

Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) menilai Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum memanfaatkan momentum pengumuman verifikasi untuk mendidik para pemilih nantinya. Menurut JPPR, KPU dalam pengumuman verifikasi mendatang seharusnya dapat diberikan informasi mengenai kualitas setiap partai yang ada.

“Hasil verifikasi faktual KPU yang diumumkan jangan hanya terbatas segi administrasi dan lolos dan tidak lolosnya saja, namun perlu memanfaatkan kesempatan ini sebagai peluang mendidik pemilih dengan pemberian informasi sejauh mana kualitas kepartaian di Indonesia,” kritik Masykurudin Hafidz, Manajer Pemantauan JPPR Minggu (6/1) di Jakarta.

Pengumuman hasil verifikasi faktual partai politik secara penuh dijadwalkan akan dihelat esok Senin (7/1) oleh KPU. Hasil ini akan memastikan apakah satu partai akan menjadi pesrta Pemilu 2014 atau tidak.

Masykurudin meminta tidak adanya pengulangan metode pengumuman verifikasi administrasi yang telah lalu. Ia berharap pengumuman tidak lalu dilakukan dengan sebuah kertas yang hanya memperlihatkan daftar lolos tidaknya partai politik.

Masykurudin menegaskan: “Pengumuman verifikasi KPU seharusnya dituangkan dalam surat keputusan resmi dan disertai dengan rincian yang penjelasan didukung data-data yang valid dari hasil verifikasi faktual di tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota.”

Rincian penjelasan hasil verifikasi faktual ini dinilai Masykurudin sangat penting.bagi partai politik itu sendiri misalnya, mereka bisa membandingkan data yang dimiliki dan disetorkan dengan hasil verifikasi faktual yang dikelauarkan KPU. Sehingga partai politik yang tidak lolos itu dapat merespon cepat dengan melakukan gugatan.

Dia melanjutkan, pengumuman hasil verifikasi KPU yang detail nantinya menunjukkan seberapa tinggi dan rendahnya kualitas partai politik dalam menghadapi Pemilu 2014. Kualitas itu bsia dilihat misalnya dalam hal kepengurusan 30 persen perempuan. KPU tentu memiliki kewajiban membuka ke publik fakta partai mana memberikan keterwakilan pada perempuan.

“Contoh lain misalnya tentang keanggotaan, seharusnya ada keterangan sejauh mana partai politik memang memiliki basis keanggotaan yang kuat dan mengakar di daerah atau justru sebaliknya. Dengan demikian, setidaknya masyarakatbisa sejak awal menilai kualitas partai politik dalam menghadapi Pemilu 2014,” pungkasnya.

 

Info Politik Terkini

Be Sociable, Share!