Info Tips Kesehatan – Kontroversi Water Birth

 

Adanya kontroversi terkait water birth ataupun yang lebih dikenal dengan metode untuk melahirkan di air sesungguhnya sudah bukan lagi hal yang baru untuk dibahas. Pihak Perhimpunan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) sendiri tak pernah memberikan larangan terhadap metode ini, tapi juga tak merekomendasikan metode itu untuk dilakukan. Lalu apa yang menjadi alasannya? “Berdasarkan hasil dari kajian yang kami lakukan menunjukkan bahwa masih belum ada cukup bukti yang mendukung bahwa water birth ini akan memberi manfaat seperti yang sudah banyak dibicarakan,” terang dr Nurdadi Saleh, SpOG, Ketua POGI ketika dihubungi wartawan kesehatan, hari Jumat (21/3/2014).

Di sisi lain, para pendukung dari metode water birth ini sendiri meyakini bahwa metode tersebut akan memberikan setidaknya 3 manfaat. Satu, mempersingkat waktu untuk persalinan. Kedua, mengurangi adanya rasa sakit, serta yang ketiganya adalah, melemaskan jalan untuk lahir maka dapat mengurangi adanya risiko perdarahan yang diakibatkan sobek. Dari POGI sendiri juga tak menyangkal tentang sebagian orang yang memang merasakan beragam manfaatnya. Tetapi menurut pendapat dr Nurdadi, sejumlah bukti yang tersedia selama ini masih tak cukup kuat jika dibandingkan terhadap risiko ataupun ongkos dari water birth yang sejatinya tak bisa dikata murah.

Guna menjamin air yang dipakai agar selalu steril misalnya, metode water birth mewajibkan adanya bak ataupun kolam yang khusus dan dilengkapi dengan filter. Tanpa adanya perlengkapan semacam ini, maka angka risiko terjadinya infeksi menjadi lebih tinggi sebab peluang kontaminasi yang mungkin terjadi dalam proses persalinan. Disamping itu, dr Nurdadi juga sempat mengatakan water birth mempunyai risiko dalam pernapasan si bayi. Bila ada air terhirup oleh bayi dalam proses persalinan itu, paru-parunya pun berisiko terkena bronkitis atau pneumonia.

Tahun 2011 silam, salah seorang dokter kandungan harus berhadapan dengan Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia (MKDKI) sebab telah membantu kelahiran seorang bayi menggunakan metode water birth ini. Pada kasus itu, sang bayi diketahui meninggal. Tentangadanya risiko kematian dalam water birth ini, dr Nurdadi berkomentar. “Soal meninggal, melahirkan normal pun ada juga yang meninggal,” terangnya.

Be Sociable, Share!