Informasi Ekonomi Terbaru – Inefisiensi PLN Mencapai Angka Rp8,1 T di Tahun 2012

 

Dewan Pimpinan Pusat Serikat Pekerja PT PLN (Persero) menuturkan bahwa PLN diketahui melakukan pemborosan saat mengelola penggunaan BBM di sepanjang tahun 2012 kemarin. Menurutnya, pemborosan itu diperkirakan mencapai angka hingga Rp Rp8,1 triliun.

“PLN melakukan banyak pemborosan di tahun 2012 kemarin. Tentu saja itu melebih dari target yang ditentukan. Awalnya direncanakan 7,3 juta kl saja, namun ternyata yang terpakai mencapai 8,2 juta kl,” tutur Jumadis selaku Ketua Departermen Penelitian Pengembangan SP PLN.

Jurnadis sendiri mengungkapkan bahwa ketika Direktur Utama PLN, yaitu Nur Pramudji menuturkan rincian soal pemakaian BBM oleh PLN di sepanjang tahun 2012 kemarin, memang tidak banyak pihak yang mempertanyakan angka itu. “Padahal sebenarnya angka tersebut sangatlah besar dan tetnu saja jika dibandingkan dengan bailout Bank Century yang mencapai Rp 6,7 triliun, jelas angka itu lebih besar.”

Untuk itulah dia berharap semua kalangan mau meluangkan waktu untuk bertanya mengenai terobosan yang akan dilakukan oleh PLN yang nantinya akan mengonsumsi gas sebagai sumber energi pembangkit listrik. “tahun 2010, 2011 dan 2012 sudah berlalu. Ketika Dahlan Iskan resmi menjadi Dirut PLN pada tahun 2009, dia mengatakan bahwa PLN harusnya memakan gas yang lebih murah.”

Sementara kenyataannya, usai Dahlan resmi menjabat tugas tersebut, perusahaan berpelat merah itu malah lebih mengandalkan BBM. Sementara biaya produksinya jauh lebih mahal jika dibandingkan dengan biaya operasional. “PLN mengalami kerugian hingga pada akhirnya masih membutuhkan subsidi dari negara,’ tambahnya lagi.

Dahlan Iskan sendiri sempat memiliki target untuk mengalahkan kinerja perusahaan listirk Malaysia Tenaga Nasional Berhad (TNB) di tahun 2011. Padahal jika dicermati sebenarnya di tahun 2011, TNB mengandalkan minyak hanya sebesar empat persen saja, sementara gas sebanyak 48 persen dengan biaya 10,7 ringgit per mmbtu. Keuntungan yang mereka dapatkan pun sebesar Rp24 triliun di mana angka tersebut mampu memberikan dividen 10 persen kepada negara. Sementara PLN mengonsumsi BBM sebanyak 23 persen di mana angka tersebut setara dengan Rp 98 triliun.

 

Informasi Ekonomi Terbaru

No related content found.

Be Sociable, Share!