Inovasi Terkini Bantu Optimalkan Terapi Kanker Payudara Yang Menyebar

Inovasi Terkini Bantu Optimalkan Terapi Kanker Payudara Yang Menyebar

Ahli menyampaikan pasien kanker apapun termasuk kanker payudara metastasis perlu memanfaatkan inovasi teknologi baru sebagai alternatif terapi yang komprehensif dan optimal. Hal ini disampaikan oleh Dokter Spesialis Penyakit Dalam Hemtologi Onkologi Medik RS Kanker Dharmais, dr Ronald Alexander Hukom SpPD KHOM MHSC FINASIM. “Dengan inovasi teknologi sekarang kanker metastatis termasuk untuk kanker payudara juga bisa diberikan terapi dengan hasil angka harapan hidup yang baik,” kata Ronald dalam diskusi daring bertajuk Memahami Lebih Dalam Subtipe Kanker Payudara Metastasi Tertinggi di Dunia: HR-positif, HER2-negatif, Senin (31/9/2020).

Menurut studi Globocan 2018, kanker payudara menempati peringkat kanker tertinggi di Indonesia dengan 58,256 kasus baru pada tahun 2018. Kanker payudara adalah kanker invasif yang paling umum terjadi pada wanita secara global dengan lebih dari 2 juta wanita terkena setiap tahunnya. Menurut para ahli kesehatan, diperkirakan terjadi peningkatan sekitar 43 persen dalam kematian terkait kanker payudara secara global dari tahun 2015 hingga tahun 2030.

Kanker payudara metastatik HR+/HER2-

Untuk diketahui, penyakit metastasis adalah sel kanker yang sudah menyebar ke organ lain di dalam tubuh selain bagian utama atau sumber sel kanker itu berasal. Ronald mengatakan bahwa metastasis itu juga berkaitan dengan tingkat kematian akibat kanker. Hal ini berhubungan erat dengan deteksi dini dan tingkat kanker saat mulai mendapat perawatan. Seperti diketahui, kanker payudara stadium awal 1-2 memiliki angka harapan sembuhnya yang tinggi dibandingkan dengan pasien kanker sudah stadium lanjut 3-4. Kanker yang sudah stadium lanjut 3-4 juga disebut dengan metastatik atau sel kanker yang telah menyebar ke organ lain di dalam tubuh.

Dituturkan Ronald, hingga saat ini tidak ada data secara keseluruhan angka kasus di Indonesia. Akan tetapi, sejumlah RS kanker di Indonesia mencatat bahwa kanker payudara metastasis subtipe tertinggi atau paling banyak diderita oleh pasiennya di Indonesia adalah HR+/HER2-. Adapun kepanjangan dari HR+ adalah Hormone receptor positive. Sementara HER2- adalah Human Epidermal growth factor receptor 2-negative. Subtipe kanker payudara HR+/HER2- disebut merupakan 73 persen dari semua kasus kanker payudara metastasis di seluruh dunia. Bahkan, sekitar 70 persen dari penyebaran sel kanker oleh subtipe kanker payudara HR-HER2- ini dapat menyebar ke berbagai organ tubuh selain payudara sebagai berikut:

  • Tulang
  • Jaringan lunak seperti kelenjar getah bening
  • Kadang-kadang terlihat di organ paru
  • Kadang terlihat di hati
  • Kadang juga kanker menyebar di kulit

Terapi yang bisa diberikan

Dengan kemajuan teknologi, perkembangan terapi kanker payudara metastasis tumbuh sangat pesat. Semua terapi yang baru memungkinkan hasil yang lebih baik, khsususnya yang sudah memiliki bukti yang kuat. Ronald berkata, terapi yang tersedia untuk kanker payudara metastatik di Indonesia sudah cukup lengkap, meskipun tidak semua daerah memiliki laboratorium patologi yang memiliki kemampuan menganalisis subtipe kanker payudara ini. Terapi yang bisa diberikan kepada pasien pun beragam tergantung hasil patologi dari laboratorium patologi yang ada. Perawatan bisa dilakukan dengan kemoterapi, terapi hormon, terapi target, imunoterapi, termasuk sekarang juga sudah tersedia CDK 4/6 inhibitor untuk menghambat pertumbuhan sel-sel kanker. Khusus untuk pasien kanker dengan subtipe hormon reseptor positif (HR+/HER2-), kata dia, bisa diberikan terapi hormonal.

“Baru-baru ini ada jalur enzim khusus yaitu CDK 4/6 inhibitor, agar hormon reseptor positif (subtipe HR+/HER2-) bisa dihambat dan juga bisa dihentikan,” jelasnya.

Manfaat DCK 4/6 inhibitor

Untuk diketahui, tujuan utama pengobatan ada dua hal. Pertama, memberikan waktu sepanjang atau selama mungkin terus hidup dan menjalankan aktivitas pasien dalam mencapai target hidupnya, dengan kata lain menghilangkan penyakitnya secara total. Kedua, membuat kualitas hidup pasien menjadi tetap baik meskipun mungkin penyakitnya tidak bisa disembuhkan total. Ronald menjelaskan, dengan kemajuan teknologi dan salah satunya DCK 4/6 inhibitor ini, maka pasien kanker payudara metastatik HR+/HER2- juga bisa dibantu kesembuhannya dengan optimal.

Dengan pasien yang tidak melakukan deteksi dini dan terlambat datang ke rumah sakit, ketika melakukan pemeriksaan mendapatkan diagnosis kanker payudara stadium 3-4 (metastatik). Maka, tingkat kesembuhan atau angka harapan hidup pasien pun kecil yaitu sekitar 5-20 persen. “Tapi itu dulu, kalau sekarang inovasi terapi kanker sudah beragam dan efektif untuk beberapa subtipe kanker, jadi angka harapan hidup meski sudah stadium tinggi bisa mencapai 50-75 persen,” ucapnya.

Berita Terbaru

PenulisBerita@!!76798

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *