Internasional – Kolombia Umumkan Tanggal Kesepakatan Damai

 

Presiden Kolombia telah mengumumkan bahwa kesepakatan damai antara pemerintah dengan kelompok pemberontak akan secara resmi ditandatangani pada tanggal 26 September mendatang. Kesepakatan ini akan mengakhiri konflik berkepanjangan yang telah berjalan hampir 50 tahun yang menewaskan ratusan ribu orang tewas daan jutaan orang lainnya terpaksa mengungsi.

Gencatan senjata sebelumnya terjadi mulai hari Senin (29/8) kemarin, tapi kesepakatan itu masih harus menyelesaikan terlebih dahulu dua permasalaha sebelum secara resmi disahkan.

Presiden Juan Manuel Santos telah menyebut kesepakatan ini adalah pengumuman yang paling penting yang pernah dialami selama hidupnya. Dia juga mengatakan bahwa kesepakatan damai yang terjadi pada tanggal 26 September nanti akan diselenggarakan di Cartagena, ibukota Kolombia. Sempat ada spekulasi bahwa kesepakatan itu akan ditandatangani di markas besar PBB di New York.

Kolombia akan memberikan suara pada kesepakatan dalam sebuah referendum yang diadakan pada bulan Oktober mendatang sebelum sepenuhnya dibuat menjadi hukum baru di negara tersebut. Setidaknya 13 persen orang harus menyetujui referendum yang menyatakan bahwa warga Kolombia mendukung kesepakatan final untuk mengakhiri konflik dan membangun perdamaian yang stabil dan abadi.

Kelompok pemberontak di Kolombia telah masuk ke dalam daftar teroris di Eropa dan Amerika Serikat yang akan mengadakan pemungutan suara terpisah pada konferensi nasional. Kelompok kelompok pemberontak yang lain dalam konflik bersenjata masih belum menjadi bagian dari kesepakatan damai tersebut.

Kelompok tpemberontak terbesar di Kolombia ini bernama Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia (FARC). Musuh utama dari kelompok pemberontak ini adalah pasukan keamanan Kolombia, mereka telah melakukan penyerangan terhadap kantor polisi, pos militer dan patroli keamanan. Kelompok pemberontakan ini sering mengalami kekalahan dalam pertempuran selama beberapa tahun terakhir.

Kesepakatan damai antara kedua belah pihak ini meliputi beberpaa rincian seperti, para pemberontak akan meletakkan senjata mereka dalam waktu 180 hari dari kesepakatan damai, menciptakan zona transisi sementara dan kamp-kamp untuk perkiraan sekitar 7.000 pasukan pemberontak, warga sipil akan dilarang untuk memasuki kawasan  kamp-kamp transisi untuk menjamin keamanan, serta pihak PBB yang akan menjadi pihak yang menerima senjata senjata yang telah diletakkan oleh kelompok pemberontak.

Be Sociable, Share!

 
 

Tags

, , ,

Related Posts

  • No Related Posts

About the author