Internasional – NATO Peringatkan Pasukan Keamanan Suriah

 

Sekitar 250 ribu orang terperangkap di wilayah Aleppo bagian Timur dalam sebuah serangan besar-besara dari tentara keamanan Suriah. Kantor berita Suriah melaporkan bahwa serangan dari tentara pendukung Bashr al-Assad ini melakukan serangan dari empat penjuru untuk mengambil alih wilyah yang dikuasai oleh pemberontak di beberapa bagian wilayah Aleppo.

Penyerangan yang dilakukan melalui darat ini setelah selama lima hari, pasukan pemerintah melakukan serangan intesif melaui udara di wilayah timur Aleppo. Serangan udara ini berhasil menghancurkan bunker persembunyian serta kendaraan-kenadaraan militer milik pemberiontak serta bangunan-bangunan seperti stasiun air minum dan klinik-klinik darurat. Para aktivis setempat melaporkan bahwa sekitar 400 orang lebih di kabarkan telah tewas dalam serangan itu.

Nato sendiri memberikan pernyataan pada hari Selasa (27/9) bahwa serangan yang mendapatkan bantuan dari militer Rusia di Aleppo ini adalah tindakan yang melanggar hukum internasional. Mereka juga memperingatkan bahwa serangan tersebut telah membuat sekitar 250 ribu warga di wilayah tersebut terancam akibat dampak dari serangan tersebut.

Pasukan Suriah dan para sekutunya juga melakukan serangan di waktu yang sama pada hari Selasa (27/9) di sekitar kamp warga Palestina, Handarat di bagian utara kota Aleppo. Pasukan tersebut juga melaporkan bahwa mereka telah berhasil mengambil alih beberapa gedung yang sebelumnya dikuasai oleh pasukan pemberontak di sekitar Farafra.

Otoritas keamanan setempat mengatakan bahwa serangan besar-besaran ini akan terus berkelanjutan hingga para pasukan pemberontak di Aleppo benar-benar pergi. Pemerintahan Suriah juga mengeluarkan selebaran untuk memperingatkan para pemberontak agar menyerahkan diri atau mati dengan menampilkan foto-foto dari para pemimpin-pemimpin pemberontak yang telah tewas dengan coretan silang warna merah.

Pengambilalihan kekuasaan di kota Aleppo sendiri membuat posisi Presiden Bashr al-Assad semakin kuat setelah perang yang berkecamuk selama kurang lebih enam tahun. Organisasi internasional yang dibawahi PBB, WHO, mengatakan untuk segera melakukan evakuasi terhadap para warga sipil yang sakit dan terluka akibat serangan di berbagai wilayah di Aleppo. Hal ini semakin sulit karena hanya ada 35 dokter yang bertugas di distrik yang berkonflik tersebut yang harus merawat sekitar 100 orang lebih yang terluka.

Be Sociable, Share!