Internasional – Polisi Tembak Mati Pelaku Penembakan

 

Pihak kepolisian melaporkan bahwa seorang pria yang mengenakan seragam tentara Nazi telah melakukan serangan menggunakan senjata api di dekat sebuah pusat perbelanjaan. Pria yang dikabarkan mengalami gangguan kejiwaan ini menembakkan senjatanya secara membabi buta yang melukai sembilan orang yang ada disekitarnya sebelum akhirnya ia tewas setelah ditembak oleh seorang petugas polisi setempat.

Insiden penembakan ini terjadi pada pada pukul 6:30 pagi waktu setempat pada hari Senin (26/9) kemarin di daerah Housten di dekat sebuah perempatan yang terdapat bangunan ruko-ruko perbelanjaan.

Pelaku penyerangan yang berhasil diidentifikasi ini merupakan warga lokal setempat yang berusia 46 tahun dan juga merupakan seorang pengacara. Pria yang bernama Nathan Desai ini bersembunyi di sebuah pohon yang berdekatan dengan mobil yang ia parkir sebagai tempat berlindung setelah beberapa kali sempat terjadi baku tempak dengan sejumlah petugas polisi yang dikerahkan ke area tersebut. Dalam sebuah konferensi pers yang diadakan setelah insiden itu, petugas polisi mengatakan bahwa Desai akhirnya tewas dalam insiden baku tembak dengan petugas kepolisian.

Enam orang warga telah berhasil dilarikan ke rumah sakit akibat luka tembak yang mereka derita, sedangankan dua orang lainya masih dalam penanganan khusus karena dalam kondisi kritis serta satu lagi berada dalam kondisi yang sangat serius. Kedua orang tersebut dikabarkan selamat, tiga orang yang lainnya mengalami luka ringan akibat dari pecahan kaca yang berasal dari letusan senjata.

Salah satu petugas kepolisian Houston, Dwayne Ready mengatakan bahwa pria tersebut mengenakan pakaian seragam tentara NAZI dan dibekali dengan senjata api berjenis pistol dengan kaliber .45 serta Tommy Gun dengan 2.600 amunisi yang telah ia siapkan. Kedua senajata itu dilaporkan dibeli secara ilegal sekitar lima tahun yang lalu.

Hingga saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan atas motif dari serangan membabi buta tersebut. Petugas FBI yang dikerahkan sempat mengatakan bahwa tidak ada indikasi terorisme dalam aksi penyerangan menggunakan senjata api tersebut. Akan tetapi pria yang merupakan seorang pengacara ini telah melaporkan bahwa telah menutup kantor pengacaranya pada bulan Februari kemarin karena masalah keuangan.

 

Be Sociable, Share!