Internasional – Politikus Oposisi Venezuela Kembali Ditahan

 

Seorang tokoh oposisi teremuka di Venezuela, Daniel Ceballos telah di jemput secara tiba tiba dari rumahnya oleh agen keamanan pemerintah dan dikirim kembali ke penjara. Daniel Ceballos yang seorang mantan walikota San Cristobal telah dibebaskan dari penjara setahun yang lalu menjadi tahanan rumah karena alasan masalah kesehatan.

Agen keamanan dikabarkan telah berada di rumah Ceballos pada hari Sabtu (27/8) pukul 03.00 waktu setempat, dan mengatakan kepada istri Ceballos bahwa ia akan dibawa untuk pemeriksaan medis. Akan tetapi pada akhirnya politisi itu dibawa ke penjara yang sama di Guarico. Penjara yang sama ketika dia di bebaskan dari sana setahun yang lalu.

Dalam sebuah pernyataan, kementerian dalam negeri mengatakan bahwa Ceballos berencana untuk melarikan diri dari negara Venezuela bulan ini.

Dikatakan juga bahwa Ceballos telah merencanakan untuk mengkoordinasikan sebuah tindakan kekerasan dari para demonstran oposisi yang direncananakanakan dilaksanakan pada tanggal 1 September mendatang.

Sebelumnya ia ditangkap pada Maret 2014 silam karena telah menghasut untuk melakukan tindakan kekerasan selama protes yang dilakukan oleh para demonstran akibat kekurangan pangan yang terjadi di negara tersebut,  juga inflasi yang tinggi yang mengakibatkan terjadinya berbagai tindakan kejahatan yang semakin merajalela.

Pihak oposisi mengatkan bahwa penangkapan Ceballos ini adalah upaya untuk menyamarkan perbedaan pendapat  antara kedua belah pihak dengan menjadi tahanan politik. Presiden Venezuela, Nicolas Maduro mengatakan bahwa Ceballos adalah seorang penjahat yang berupaya untuk mengacaukan kondisi negara dan Maduro telah menyangkal bahwa pemerintahannya menahan tahanan politik.

Lebih dari 40 orang tewas dari kedua belah pihak politik selama protes itu terjadi.

Partai oposisi yang berhasil menguasai kongres dalam pemilu tahun lalu ini ingin melakukan pemilihan ulang sebelum berganti tahun. Jika Nicolas Maduro kalah, yang kemungkinan akan demikian, akan terjadi pemilihan presiden yang menyusul kemudian. Jika pemilihan ulang ini terjadi pada tahun depan. Maduro akan tetap memimpin negara tersebut hingga akhir masa jabatannya.

Nicolas Maduro adalah presiden yang terpilih setelah presiden sebelum, Hugo Chavez yang mengundurkan diri karena masalah kanker yang ia alami, dan meninggal pada tahun 2013.

Be Sociable, Share!