Internasional – Warga AS Ditahan China Dengan Tuduhan Spionase

 

Kementerian Luar Negeri China mengatakan bahwa otoritas mereka telah menahan seorang wanita asal Amerika Serikat sejak setahun yang lalu atas tuduhan spionase. Wanita yang bernama Sandy Phan-Gillis yang berusia 56 tahun pertama kali ditahan pada bulan Maret 2015, ia datang ke China sebagai utusan delegasi perdagangan dengan Amerika Serikat.

Suaminya yang bernama Jeff Gillis mengatakan bahwa tuduhan spionase terhadap istrinya adalah tuduhan yang palsu dan menginginkan istrinya untuk segera dibebaskan.

Berita ini muncul menjelang kunjungan presiden Amerika Serikat, Barack Obama ke China untuk melakukan pertemuan dengan negara negara anggota G-20 di Hangzhou. Barack Obama di jadwalkan akan bertemu dengan mitranya dari China, Xi Jinping pada hari Sabtu (10/9) mendatang di tengah ketegangan antara AS dan China atas klaim teritorial Beijing terhadap Laut China Selatan serta pelaku peretasan di dunia maya yang merugikan Amerika Serikat.

Sandy Phan-Gillis adalah seorang pengusaha Texas keturunan China dan merupakan warga naturalisasi Amerika Serikat, ia melakukan perjalanan ke China untuk mempromosikan peluang bisnis di kota kelahirannya, Houston. Ia ditahan ketika mencoba untuk melakukan perjalanan ke Macau dari selatan kota Zhuhai.

Pada bulan Juni tahun ini, salah satu panel PBB memutuskan China telah melanggar hak asasi manusia internasional dengan menolak akses mereka untuk melakukan bantuan hukum dan dan memilih untuk menahan Sandy tanpa ada sidang peradilan.

Seorang pejabat Departemen Luar Negeri mengatkan kepada Reuters, bahwa Amerika Serikat telah melakukan upaya untuk Sandy Phan-Gillis dan telah berulang kali menekan pemerintahan China untuk memberikan kejelasan informasi tentang kasus ini.

Menuru Departemen Luar Negeri AS, Konsulat Amerika Serikat yang berada di Guangzhou telah memberikan bantuan konsuler untuk Sandy Phan-Gillis yang meliputi kunjungan rutin bulanan.

Jeff Gillis mengatakan bahwa istrinya telah dituduh melakukan perjalanan ke China dalam misi spionase pada tahun 1996, tapi di dalam paspornya menunjukkan bahwa ia tidak melakukan perjalan ke negara China pada tahun tersebut. Sandy Phan-Gillis sendiri telah membantah melakukan tindakan spionase dan mengatakan itu adalah penahanan politik bukan sebuah penahanan pidana.

Be Sociable, Share!

 
Warga AS Ditahan China Dengan Tuduhan Spionase  

Tags

, , ,

Related Posts

  • No Related Posts

About the author