Internsional – Israel Setujui Pembangunan 464 Rumah di Timur Tengah

 

Israel tehah menyetujui pembangunan 285 rumah baru di pemukiman Yahudi di Tepi Barat yang mereka duduki pada hari Selasa (30/8). Menurut pengawas pemukiman, Peace Now, sekitar 234 unit rumah jompo di Elkana, 30 rumah di Beit Arye dan 20 di Givat Zeev telah mendapatkan lampu hijau untuk melakukan pembangunan, izin retrospektif juga dikeluarkan untuk 179 rumah yang ada di daerah Ofarim.

Amerika Seriakt sendiri mengatakan tentang keprihatinan mereka dan memperingatkan perluasaan pemukiman menimbulkan berkembangnya ancaman bagi perdamaian dengan Palestina. Sekitar 570 ribu warga Israel telah tinggal di lebih dari 100 pemukiman yang dibangun sejak pendudukan Israel pada tahun 1967 di Tepi Barat dan Yerusalem bagian Timur.

Pemukiman ini dianggap ilegal oleh hukum internasional, meskipun Israel sendiri mengabaikan hal ini. Peace Now melaporkan bahwa keputusan mereka untuk melakukan pembangunan dengan Administrasi Sipil Militer yang menjalankannya di Tepi Barat berarti sekitar 2.623 unit rumah baru telah disetujui sepanjang tahun ini. Jumlah itu termasuk 756 rumah ilegal yang telah akhirnya disetujui.

Seorang pejabat senior Amerika Serikat mengatakan kepada kantor berita AFP, bahwa perluasan pemukian serta penghancuran rumah rumah milik Palestina secara fundamental telah merusak upaya kedua belah pihak untuk berdamai dan berisiko akan semakin memperpanjang konflik di timur tengah yang sudah berlangsung sejak dulu.

“Kami sangat terganggu oleh kebijakan yang metujui pos pos ilegal dan unit pemukiman yang tidak sah, kebijakan dari pemerintah yang memberikan lampu hijau untuk pembangunan pemukiman yang berpotensi akan terus berlanjut,” kata salah satu pejabat senior tersebut.

Pihak Israel melalui Nickolay Mladenoc sendiri telah mengkritik pernyataan yang mengkritik kebijakan mereka, Israel mengatakan bahwa pihak PBB juga melakukan pembangunan serupa di Timur Tengah. Ia berdalih dan mengatakan kepada Dewan Keamanan PBB bahwa kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintahannya ini untuk tujuan perdamaian dengan Palestina yang terus berkonfilk sejak beberapa dekade yang lalu.

Sebelumnya sudah ada wacana perdamaian diantara kedua belah pihak sejak awal 1990-an, hingga pada tahun 2014 intensitas konflik antara Israel dan Palestina semakin meningkat sejak tahun 2014 silam hingga sekarang.

Be Sociable, Share!