Kabar Aneh Dunia – Jasa Bunuh Diri Berada Di Swiss

Setelah berkunjung berada di Swiss kini sudah terbayangkan  oleh anda tentang suatu hiburan seperti bermain ski di sana berada di Pegunungan Alpen yang sangat indah. Jika masih belum puas di sana juga sangat terkenal dengan namanya cokelat yang lezat.

Akan tetapi berada di dalam empat tahun semenjak di tahun 2008-2012, untuk beberapa orang yang ada di Inggris dan Jerman, yang sudah berpergin di sana untuk tidak mengunjungi tempat tersebut. dari banyak orang yang berkunjung di sana juga mengakhiri hidupnya berada di sana, karena kemungkinan besar menderita di dunia ini.

Ratusan warga asing tersebut ke Swiss untuk membikin suatu layanan bunuh diri. Dari layanan tersebut di sebutnan dengan nama euthanasia, yaitu bunuh diri dengan bantuan. Lebih mengagetkan lagi, penelusuran peneliti yang berasal dari Universitas Zurich, Swiss data yang berasal dari Institute of Legal Medicine, Zurich yang sudah menemukan adanya waktu selama empat tahun tersebut, paseian dari jasa bunuh diri di negara tersebut semakin meningkat di setiap tahunnya.
Setelah menguti berada dari Eurek Alert, untuk di hari Jumat lalu pencarian tersebut yang sudah menemukan sebanyak 611 orang yang berasal dari luar Swiss, yang di mana telah menggunakan dari layanan bunuh diri pada rentang dalam empat tahun tersebut.

Dari semua pengguna layanan tersebut yang sudah di katakan di manfaatkan fasilitas salah saatunya. Dignitas di sebut juga dari kelompok para penderita penyakit terminal yang berada di Swiss, seperti penyakit kronis, paru-paru, kanker dan di bantu untuk segera meninggal dunia.

Di dalam rentang waktu tersebut, yang sudah berhasil untuk menunjukkan sebanyak 31 negara yang berada di luar Swiss telah menggunakan bantuan untuk segera mati tersebut. warganya yang terbanyak menggunakan dari jasa ini adalah berasal dari Jerman, setelah itu Inggris. Masih banyak dari negara yang lain, akan tetapi negara yang paling ramai untuk berkunjung berada di jasa bunuh diri tersebut adalah dua negara tersebut di susul Prancis.

About The Author