Kabar Artis Baru – UGB Jalani Sidang Perdana Dengan Dua Saksi

Masih ingat ustadz  yang sudah di dakwa telah melakukan kasus penipuan suatu pengobatan alternative, yaitu Ustad Guntur Bumi yang telah menerimakan pernyataan yang berasal dari para saksi yang hadir di dalam sidang pertamanya. Kedua saksi tersebut yang bernama Sukasmi dan wanita yang berasal dari pihak bank.

Sukasmi yang memberikan suatu penjelasan pengobatan yang sudah di lakukan oleh Guntur Bumi berada di padepokannya di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan. Berawal dari pendaftaran, pengobatan yang berada di ruangan dengan menggunakan mata tertutup dan gelap serta setruman yang sudah di lakukan oleh Guntur Bumi kepada pesiennya. Telah di klaim oleh majelis hakim kalau dari sang suami dari Puput Melati tersebut telah mengaku semua ketarangan saksi.

“Setelah di lakukan di uji dari dua orang saksi tersebut kita yang  enggak ada suatu keberatan yang ada, UGB yang telah menerima keterangan semua, tidak ada suatu bantahan terjadi. UGB yang menerimakan adanya laporan yang berasal dari saksi,” ujar dari kuasa hukum Guntur Bumi yang bernama Afrian Bondjol di sebutkan setelah melakukan persidangan berada di PN Jakarta Selatan, Rabu (16/7/2014).

Selain menggunakan metode pengobatan yang sudah di lakukan UGB, Sukasmi yang di ketahui istri dari Irvangi tersebut telah akui di datangi oleh orang suruhan dari Guntur Bumi. Ketika berada di dalam rumah dari orang orang yang suruhan UGB tersebut datang melakukan suatu  ritual usir hantu. Di dalam hal ini UGB membantah telah menyuruh orang untuk mengusir hantu di rumah Sukasmi.

“Mengerti keterangan  dari saksi sebutkan kalau ada tim yang sudah di kirim ke rumah Pak Irvangi, dan UGB membantah dengan tegas dari kesaksian tersebut,” ujarnya melanjutkan.

Mengerti dari  pengakuan yang berasal dari para saksi, Afrian sendiri yang menjadi kuasa hukum telah memberikan keterangan jika dari proses persidangan ini masih sangat jauh. Sehingga dari para masyarakat harus bisa menilai asas praduga tak bersalah kepada kliennya tersebut. walaupun untuk saat ini sudah di dakwa pasal 378 KUHP dengan ancaman pidana maksimal empat tahun penjara.

About The Author