Kabar Artis Baru – YKS Akhirnya Ditutup Oleh KPI

Berita baru saat ini dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) yang sudah memutuskan untuk menghentikan dari program acara Yuk Keep Smile (YKS), setelah dalam salah satu tayangan sebelumnya mereka memberikan penghinaan kepada legendaris komedia Benyamin Sueb.

Setelah di lakukannya adanya pemantuan langsung dengan adanya hasil analisa, KPI yang sudah temukan adanya pelanggaran yang sungguh sangat berat, seperti Undang Penyiaran nomor 32 tahun 2002 tentang penyiaran, dan menyebutkan bahwa isi siaran dilarang memperolokkan, merendahkan, melecehkan dan/atau mengabaikan martabat.

YKS sendiri sudah di anggap melakukan kesalahan yang sangat besar karena menghipnotis seseorang yang di mana akhirnya memberikan celaan kepada martabat seorang comedian dan budayawan yang berasal dari Betawi, Benyamin Sueb. Dengan adanya peristiwa tersebut, dari banyak khalayak yang memberikan protes, juga dari keluarga Benyamin Sueb.

Penjelasan yang ada dari Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), Agatha Lily menyebutkan kalau KPI yang sudah mengambil keputusan untuk menghentikan acara YKS mulai tersebut pada tanggal 28 Juni 2014.

“Atas adanya pelanggaran yang sudah di lakukan oleh YKS, maka dari KPI tidak memberiakn ijin membuat program yang sama dengan format yang sama juga.  Baik dengan jam siaran ataupun waktu siaran yangl lain,” ujar dari Agatha Lily yang di sebutkan kepada wartawan di Kantor Pusat KPI, Jakarta Pusat, Kamis (26/6/2014).

Keputusan yang sudah di ambil tersebut di setelah berhasil lewati dari proses klarifikasi dengan jajaran direksi TransTV, termasuk dari direktur Utamanya yaitu  Atiek Nur Wahyuni, Rabu 25 Juni 2014.  Trans TV juga mengakui adanya suatu kelalaian ayng ada di pihak mereka, dan mereka meminta maaf atas tayangan yang sudah memberikan luka kepada masyarakat Betawi tersebut.

Memang dalam acara tersebut sudah terlalu keterlaluan, Caisar yang menjadi host di sana di hipnotis dan di perlihatkan kepada seekor anjing, setelah itu di sugesti kalau anjing tersebut adalah seorang Benyamin Sueb.

About The Author