Kabar Artis Dunia – Taylor Swift Dikirakan Penganut Fasis Karena Geng Cantiknya

Siapa yang tidak kenal sang penyanyi kelas dunia seperti Taylor Swift, penyanyi pop satu ini yang sudah menyandang tidak terkalahkan disebabkan sudah berhasil untuk membawa pulang penghargaan yang bergengsi di antaranya adalah Top Billboard 200 Album yang di berikan kepada album 1989. Taylor Swift sendiri yang sudah di kenal menjadi salah satu selebriti yang berkawa baik bersama dengan beberapa artis cantik yang lainya. Seperti di antaranya adalah Gigi Hadid, Lena Dunham, Lily Aldridge, Selena Gomez bersama dengan Cara Delevingne.

Lebihnya lagi dari Taylor Swift yang merasa sangat bangga untuk memamerkan persahabatannya dengan mengajak para gang cantiknya itu menjadi pemeran yang ada di vide klip lagunya Bad Blood sampai-sampai semuanya di ajak untuk naik ke atas panggung dalam penghargaan musik Billboard di beberapa waktu yang lalu. Namun kini ada salah satu masalah, dimana gang cantik Taylor Swift ini mendapatkan kecaman berasal dari orang-orang yang menilai kepada Swift adalah penganut fasis, bentuk dari gerakan radikal ideologi nasionalis otoriter politik. Fasis sendiri di anggap upaya untuk bisa mengatur bangsa yang berusaha untuk menggerakkan massa suatu bangsa dan terciptanya manusia baru.

Berada di dalam suatu esai yang sudah di tuliskan oleh Camila Pagila, berada di The Hollywood Reporter, dirinya adalah seorang kritikus budaya dan pegiat fasisme tegaskan kalau Taylor Swift adalah bagian dari barbienya Nazi, berita ini juga sudah di kutip oleh Contact Music, untuk hari kemarin Sabtu (12/12/15). Adapun alasan yang ada, sang pelantun lagu Shake it Off ini memberikan publik akan suatu standar kecantikan yang sangat mengerikan, dengan melihat penampilan dari luarnya saja.

Taylor Swift di sebutkan kadang lupa diri, terus membanggakan kepada teman-temannya yang sudah tergabung di dalam geng cantiknya. Bahkan dari Swift sudah di anggap sama dengan kaum bully yang sudah di ceritakan dari beberapa film remaja, dengan geng cantik yang seolah memberikan diskriminasi kepada wanita yang di anggap rendah karena tidak cantik.

About The Author