Kabar Artis Terhangat – Pihak RCTI Belum Mengomentari Masalah Kotroversial IMA 2015

Berasal dari Media Relations Divisi Corsec RCTI yang bernama Ahmad Achdan C memberikan suatu ketegasan kalau dari pihaknya di saat ini masih belum bisa memberikan tanggapan mengenai adanya kontroversi kemenangan dari lagu soundtrack dalam film Di Balik 98 yang berjudul Indonesia Negeri Kita Bersama, yang dimana sudah di nyanyikan oleh Angel Pieters, ciptaan dari Liliana Tanoesoedibjo dalam suatu acara penghargaan Indonesian Movie Awards (IMA) 2015.

“Kami maaf saat ini, masih belum bisa memberikan komentar. Kami dari RCTI yang masih belum bisa memberikan tanggapan apapun saat ini,” terang dari Ahmad pada saat diwawancarai oleh beberapa wartawan secara bersama-sama berada di Jakarta dengan melalui telepon, untuk hari ini Kamis (21/5/15).

Mengenai masalah jumpa pers yang dimana sudah di selenggarakan dari jebolan kontes bakat menyanyi seperti Idola Cilik, Angel Pieters yang berada di Kamis sore, Ahmad memberikan ketegasan kalau bukan dari pihaknya yang sudah mengadakan adanya kegaitan tersebut walaupun tempatnya berada di Gedung Annex RCTI. Dari kegiatan tersebut yang sudah di adakan dari pihak manajemen Angel, yang seperti Star Media Nusantara atau SMN.

“Presscon Angel Pieters yang sudah di adakan oleh SMN, bukan berasal dari RCTI,” terangnya memberikan penjelasan.

Dirinya mempunyai suatu harapan, kalau dari pihaknya secepatnya memberikan tanggapan masalah kontroversial yang sudah di berikan kepada kemenangan dari lagu tersebut.

“Kami sendiri juga mengharapkan adanya update secepatnya. Memang dari kami saat ini masih belum bisa memberikan komentar yang ada,”terangnya menjelaskan.

Memang seperti yang sudah di kabarkan sebelumnya, ada beberapa musisi yang merasa geram dengan keberhasiln Angel Pieters dalam meraih penghargaan soundtrack terbaik. Dimana dari sang Angel Pieters sendri memang tidak masuk di dalam daftar nominasi kategori Soundtrack Terfavorit IMA 2015. Seperti Glen Fredly, Anggun, sampai dari Pongky Barata memberikan tanggapan akan ketidak adilan dari acara IMA 2015 tersebut.

About The Author