Kabar Astronomi – Akibat Pengeboran Minyak Dua Sinkhole Semakin Membesar

Kini dari para ilmuwan yang sudah berhasil untuk mengeluarkan sebuah peringatan yang mempunyai nada suram ditujukan kepada para penduduk ada di dua dusun kecil yang letaknya berada di Texas. Dimana di ketahui ada dua sinkhole yang kini sudah semakin membesar berada di dekat mereka. Kini dari para ahli Geologi yang berasal dari Southren Methodis University yang sudah menyebutkan bahwa di temukannya dua sinkhole ini mengejutkan, dimana keduanya semakin meluas dan tidak stabil.

Hal tersebut bisa memancing kemunculan dari lubang runtuhan yang lain atau bisa saling bersatu jadi satu sinkhole yang berukuran raksasa. Memang ini sangat mengerikan sekali. Seperti yang sudah di kabarkan dalam laman media Daily Mail untuk hari Jumat ini (17/6/16) dimana dari skenario tersebut memang membahayakan masyarakat setempat yang dimana jumlah penduduknya berada di kisaran 7 ribu orang. Ada dua penelitis seperti Jin Woo Kim dan juga Zhong Lu dirinya adalah dua peneliti yang berasal dari Southern Methodist University tersebut berhasil untuk mengeluarkan peringatan itu melalui tulisan dalam Remote Sensing.

“Sudah di dapati kawasan itu diperangkat produksi dan instalasi migas, adanya jalur pipa yang sangat berbahaya ini tentunya berasal dari dua kawasan penduduk yang ada di sana. Rembesnya air tawar berada di bawah tanah akan bisa melunakkan lapisan garam dan bisa mempercepat membesar dan runtuhnya sinkhole,” seperti penjelasan dari Kim menyebutkan dalam media.

Penyebab adanya dua sinkhole ini memang berkaitan dengan pengeboran minyak berada di kawasan itu, dimana sudah pernah untuk capai puncaknya pada tahun 1926 dan 1964.

“Keruntuhan ini akan bisa mengancam, memberikan bencana yang besar. Melanjuti dari penelitian yang ada, kami sendiri sedang mengumpulkan lebih banyak lagi data resolusi tinggi berada di atas sinkhole yang ada di kawasan sekitarnya dalam memantau perluasan dan juga keruntuhan yang lebih besar lagi,”

Lu dan Kim kini sudah berhasil untuk temukan bahwa dua lubang ini semakin tidak stabil lagi dengan gunakan gambar berasal dari satelit untuk ukur tingkat depresi kerak bumi terluar.

About The Author