Kabar Astronomi – Setelah 100 Tahun, Teori Albert Einsten Tentang Gravitasi Terbukti

Berada di tahun 1912 di 100 tahun yang lalu seorang  fisikawan terkenal  yaitu Albert Einsten telah memprediksi adanya suatu keberadaan gelombang gravitasi yang sudah di masukkan di dalam teori relativitas umum yang disebut juga dengan (General Relativity).

Dari gelombang gravitas yang seumpama adalah suara alam semesta, walaupun sejatinya itu tidak mempunyai bunyi. Bunyi itu adalah riak kecil berada di dalam struktur ruang waktu yang sudah mempunyai suatu peran di dalam pemuaian alam semesta dimana berlangsung lebih cepat dari pada kedipan mata.

Sedangkan dari para ahli sudah meyakini keberadaannya, mereka akan terus melakukan pencarian akan tetapi bukti sahih masih juga belum bisa ditemukan. Sampai saat ini. Namun berada di hari Kamis kemarin, (11/2/16) ada seorang ilmuwan internasional berada di dalam sebuah program Laser Interferometer Gravitational-Wave Observatory (LIGO) memberikan pengakuan kalau sudah berhasil untuk menemukannya.

“Kami sendiri yang sudah melakukan deteksi adanya gelombang gravitasi. Kami sendiri sudah berhasil untuk menemukannya,” terang dari David Reitze dirinya adalah direktur eksekutif LIGO, yang sudah di muat berada di dalam laman media CNN, Kamis (11/2/16).

Penemuan tersebut di dapatkan berasal dari riak di dalam struktur ruang waktu yang sudah di temukan oleh LIGO yang memberikan dukungan teori Einstein. Riak itu sudah berhasil untuk di deteksi dari penggabungan adanya dua lubang hitam yang disebut dengan black hole.

Ilmuwan itu juga menyebutkan bahwa salah satu lubang hitam itu mempunyai massa 29 kali lebih dari Matahari, yang lainnya setara dengan 36 sang surya. Masing masing masih di kirakan mempunyai diameter sampai dengan 150  kilometer. Dari keduanya memang saling bertubrukan dengan laju setengah kecepatan cahaya. Insiden tersebut di kirakan terjadi sampai dengan 1,3 miliar tahun lalu. Adapun gelombang gravitasi ini kemudian melewati apapun, meintasi dari alam semesta sebelum pada akhirnya capai di Bumi.

About The Author