Kabar Baru Kesehatan – Tiada Masker, Kainpun Jadi

Tebalnya material debu vulkanik dari Gunung Kelud menyelimuti beberapa daerah yang ada di Jawa Timur, Yogyakarta, serta sejumlah kawasan Jawa Tengah bahkan Jawa Barat, memaksa warga menutup hidung serta mulutnya menggunakan masker. Maklum saja, material vulkanik yang berbentuk runcing dapat menimbulkan sejumlah ancaman kesehatan. Bila tidak ada masker, manfaatkan kain bersih menjadi gantinya. “Jika ada gunakan masker yang dapat dicuci. Gunakan kain juga bisa asal dapat menutup bagian hidung. Sebab lebih baik dapat meng-cover semua bagian, utamanya di bagian hidung,” terang dr Budhi Antariksa, SpP(K), seorang Spesialisasi paru-paru RS Persahabatan dihubungi wartawan Jumat (14/02/2014).

Lain kesempatan, Prof dr Faisal Yunus, SpP(K), MD, PhD, menyarankan agar memakai masker yang biasanya digunakan mencegah penularan flu burung. “Kalau ada ya pakai masker tebal. Seperti yang dipakai mencegah penularan flu burung. Sebab masker biasa untuk debu serta gas saja kadang masih bisa masuk,” terang pria spesialis paru di RS MH Thamrin tersebut.

Meskipun menurut pendapatnya, masker flu burung memang lebih mahal, tetapi merupakan masker yang terbaik guna melindungi diri dari masuknya abu vulkanik. Sebab masker itu memang lebih tebal dari masker yang biasa.

Material abu vulkanik yang memiliki zat seperti halnya silika, sulfur dan belerang. Apabila seseorang yang terkena debu vulkanik dapat mengalami gangguan seperti halnya flu ataupun batuk. Dan untuk orang yang telah terkena paparan dari debu tersebut dalam jangka waktu yang lama serta dalam jumlah besar dapat mengalami gangguan dari paru-paru serius.

Kebutuhan dari masker pada beberapa daerah sedianya cukup tinggi. Dari kawasan Kediri telah dibagikan masker gratis pada warga, akan tetapi masih diusahakan tambahan masker. Sedangkan dari Yogyakarta yang juga telah terimbas oleh debu vulkanik Gunung Kelud, stok dari masker sudah habis terjual di sejumlah apotek. Sejumlah organisasi di Yogyakarta juga membagikan masker gratis untuk warga. Terlihat ada 8 personel dari Gerakan Kemanusiaan Indonesia (GKI) yang membagikan 7.000 masker pada para pengendara. Dari pihak Kementerian Kesehatan pun juga ikut membagikannya pada warga di kawasan kantor BBTKL DIY.

About The Author

Reply