Kabar Baru – Lassana Bathily, Muslim Selamat Sandera Di Supermarket Yahudi

 

Sebanyak empat orang yang sudah dibunuh oleh Amedy Coulibaly, sebelum dari mereka telah menyandera 17 orang yang lainnya berada di sebuah supermarket Yahudi, untuk di hari Jumat lalu (9/1/15) berada di Paris. Adanya insiden tersebut menyisakan suatu cerita yang sangat menarik, seperti tentang 30 orang yang sudah selamat setelah bersembunyi berada di ruangan pendingin.

Berada di balik kisah ini, ternyata ada seorang yang bernama Lassana Bathily, dirinya adalah soerang Muslim yang sudah menjadi pekerja berada di supermarket tersebut. Pada saati dari Amedy masuk dan melakukan penembakan kepada beberapa orang. Lassana merasa yakin kalau akan bisa membunuh kepada banyak pengunjung supermarket, yang di anggap adalah orang-orang Yahudi.

Seperti yang di kabarkan berada di media Huffington Post, untuk hari Sabtu kemarin (10/1/14), Lassana langsung mengambil keputusan sangat cepat untuk langsung turun berada di lantai bawah tanah.

“Saya langsung membuka pintu ruangan bawah tanah di bawah tanah. Dan ada beberapa orang yang mengikuti saya ke sana,” terangnya menjelaskan.

Dirinya yang langsung mematikan lampu dan pendingin ruangan tersebut.

“Saya sudah membawa mereka ke dalam dan meminta untuk duduk diam di sna. Setelah itu saya langsung keluar,” terang dari pemuda yang saat ini berusia 24 tahun tersebut. Lassana yang langsung mencari jalan keluar dari supermarket yang di berondong peluru oleh Amedy.

Pada akhirnya kami berhasil untuk keluar dari lift baramg, Lassana yang pada akhirnya di tangkap oleh polisi karena dirinya di kira bagian dari teroris.

“Mereka yang sudah memborgol saya selama satu jam lamanya,” terangnnya. Akan tetapi pada akhirnya dirinya mendapatkan pujian yang sepantasnya atas aksinya tersebut.

Dari puluhan orang yang sudah berhasil di selamatkan dalam ruangan pendingin sebutkan Lassana adalah pahlawan. Tanggapi adanya pujian tersebut, Lassana sebutkan apa yang sudah dia lakukan adalah sudah semestinya di lakukan semua orang.

“Bukan masalah yahudi, Muslim maupun Kristen. Kita sekarang berada di perahu yang sama, kita harus saling membantu dalam masalah ini,” terangnya.

No related content found.

Be Sociable, Share!