Kabar Baru Nasional – 17 Agustus, Banyak Napi Akan Diremisi

Bisa di ketahui sebanyak 670 dari sebanyak 1.312 narapidana yang berada di Daerah Istimewa Yogyakarta sudah mendapatkan adanya remisi atau pengurangan dari masa hukuman pada peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia di tanggal 17 Agustus nanti. Mereka adalah nara pidana yang sudah menghuni di lembaga permasyarakatan dan rumah tahanan di empat kabupaten dan kota Yogyakarta.

Dari sebanyak 670 narapidana yang sudah mendapatkan remisi, 587 orang di antaranya adalah tahanan kasus tindak pidana umum dan untuk yang 83 orang napi yang lainnhya adalah tindak pidana khusus. Tiga orang yang di antaranya menjadi narapidana kasus korupsi, ada satu orang kasus pencucian uang, lima orang kasus perdagangan manusia, dan 74 yang lainnya penyalahgunaan narkoba.

Endang Sudirman, yang menjadi Kepala Kantor Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta memberikan penjelasan kalau mereka yang sudah memperoleh remisi adalah para narapidana yang selama menjalani hukuman yang di anggap berkelakuan baik.

Besarnya suatu remisi yang di berikan, seperti anggapan Kepala Kantor Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta tersebut memang bervariasi, akan tetapi secara umum dari satu sampai enam bulan. Sebanyak 28 orang dari mereka, di nyatakan bebas pada tanggal 17 Agustus nanti.

“Khususnya untuk para narapidana korupsi tidak ada yang langsung di bebaskan,” terangnya lagi.

Pemberian remisi tersebut nanti akan bisa di sampaikan kepada narapidana langsung dari lapas dan juga dari rutan berada di beberapa wilayah.

Endang yang sudah menambahkan, meski sampai saat ini di Yogyakarta memang tidak ada tahanan yang mempunyai kasus organisasi yang saat ini masih menjadi kontroversial seperti Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), pihaknya akan tetap untuk melakukan suatu tindakan pencegahan yang lebih baik lagi. Kantor Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia yang sudah melakukan sosialiasi tentang bahaya ajaran dari Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) tersebut.

“Jangan sampai untuk para masyarakat mengerti akan paham ISIS tersebut yang saat ini sudah berkembang berada di penjara,”  terangnya.

About The Author