Kabar Baru Nasional – Cabuli Anak Tiri, ES Dimassa

Akhir-akhir ini kasus pencabulan pada anak bawah umur kian marak di Riau. Pada kali ini, adalah seorang bapak yang berinisialkan ES (49), yang merupakan warga dari desa Senepis, Sungai Sembilan, di Dumai, telah dengan tega melakukan tindak pencabulan terhadap dua anak tirinya. Oleh perbuatannya tersebut, ES pun menjadi sasaran amuk massa yang geram atas ulahnya pada Rabu (7/5/2014) kemarin. Usai habis dipukuli, warga kemudian membawa ES menuju kantor Polsek Bukit Kapur.

Berdasarkan sejumlah informasi yang berhasil didapat, perbuatan bejat dari pelaku ini dipergoki oleh sang istri, MS (45) semenjak 29 April 2014 yang lalu. Akan tetapi, istrinya tersebut baru saja melaporkan pada pihak kepolisian di hari Rabu kemarin. “Saya awalnya merasa curiga, sebab suami saya sering berpindah tidur lalu lampu pada kamar dimatikan. Saya pun lantas lalu membuntuti, dan ternyata dia tega berbuat seperti itu pada kedua orang putri saya dari kamar sebelah,” terang MS, hari Kamis (8/5/2014).

Keesokan harinya, MS pun menanyakan pada kedua orang anaknya yang bernama NS (13) juga adiknya berinisial Ny (12). Pada awalnya kedua korban ini tak mau menceritakan apa yang telah dialaminya. Namun sebab terus menerus didesak, akhirnya kedua korban pun mau mengaku telah berkali-kali telah disetubuhi oleh bapak tirinya tersebut. “Kami gak mau cerita, sebab bapak ngancam mau membunuh kita kalau bercerita pada Ibu atau orang lain,” terang MS, sambil meniru pernyataan dari kedua buah hatinya tersebut.

Merasa tak terima terhadap perbuatan dari suaminya tersebut, pada Selasa (6/5/2014) kemarin, MS pun menanyakan hal tersebut kepada suaminya lalu memicu terjadinya sebuah pertengkaran yang sangat hebat. Kemudian, MS pun melarikan kedua orang anak kandungnya itu kabur menuju rumah kakaknya yang ada di Gurun Panjang, kawasan Bukit Kapur.

Setibanya di rumah sang kakaknya, MS pun lalu mengisahkan semua kemalangan itu. Lalu sang kakak pun menceritakan pada tetangga. Usai mencermati cerita tersebut, warga pun menjadi emosi. “Kebetulan, pada malam harinya ia mau menjemput kami dan warga yang sudah terlanjur emosi pun langsung menghakimi sendiri si pelaku, barulah kemudian diserahkan pada polisi,” katanya.

About The Author