Kabar Baru Selebritis – Konflik Baru Jupe VS Depe

Beberapa waktu lalu, pengacara dari Dewi Perssik (Depe), yaitu Yanuar Bagus Sasmito, mengharap banyak kepada pihak media untuk membantu membuktikan beredarnya isu terkait transfer uang sejumlah Rp700 juta yang berasal dari Yulia Rahmawati (Jupe) pada sang hakim Agung, yakni Gayus Lumbuun. “Ini saya meminta kalangan infotainment agar mengusut adanya rumor tentang bukti transfer. Kalau memang itu benar adanya, harus diusut hingga tuntas. Kalaupun itu tidak benar, maka Hakim Agung harus mengklarifikasi,” dikatakan Yanuar dari Rutan Pondok Bambu, kawasan Jakarta Timur, hari Jumat (21/2/2014).

Lebih lanjut lanjut lagi, Yanuar juga sempat menjelaskan bahwa pada tayangan dari sebuah media, nampak jelas sebuah bukti transfer yang tertera untuk Gayus Lumbuun. “Kalau itu tidak benar, maka GL (Gayus Lumbuun) harus membuat klarifikasi atas dugaan dia untuk kemudian memberikan statement,” lanjutnya. Akan tetapi, Yanuar pun enggan untuk menduga adanya gratifikasi yang ada dari permasalahan itu. Maka dari itulah, pihaknya pun berharap agar pihak terkait juga ikut untuk memeriksa. “Saya tidak mengetahui bisa munculnya angka tersebut, ini harus diusut. Ini kan ada PPATK. Dari perlakuan ini, dengan adanya gratifikasi, kita kan dapat meminta agar diperiksa,” pungkasnya.

Di lain sisi, pihak Jupe pun membantah dengan tegas tentang tuduhan dari kuasa hukum Depe yang menuding bahwa Jupe sudah menggelontorkan uang sejumlah Rp700 juta untuk Gayus Lumbuun itu. Menurut pendapat dari pihak kuasa hukum Jupe, yakni Malik Bawazier, menyatakan pihak Depe sedang mencoba untuk memfitnah kliennya.

“Menurut saya, ini adalah upaya fitnah yang terbodoh dan menggelikan untuk sepanjang sejarah. Fitnah ini dikemas lalu dihembuskan dengan serampangan serta berantakan yang akhirnya dapat membongkar jati diri dari pihak pemfitnah sendiri,” kata Malik ketika dihubungi via saluran telepon, hari Sabtu (22/2/2014). Malik menghimbau pada siapapun, agar orang berhenti untuk melakukan pemfitnahan. Sebab apabila terbukti, bisa terlibat dengan perkara hukum. “Saya himbau pada pihak yang memfitnah bodoh ini agar berhentilah memfitnah serta mendiskreditkan orang lain. Selain itu dosa, hal tersebut nantinya mutlak secara hukum sanggup memenjarakan dirinya,” pungkasnya.

About The Author

Reply