Kabar Bencana – Debu Vulkanik Gunung Raung Sudah Mencapai Bali

Bisa di ketahui dengan adanya debu vulkanik yang berasal dari letupan Gunung Raung, Banyuwangi Provinsi Jawa Timur untuk saat ini sudah dirasakan oleh beberapa warga berada di Bali. Khususnya mereka yang berada di Gilimanuk, Kab. Jembrana. Tidak tipis, akan tetapi jarak pandang kini sudah mengganggu para warga yang melakukan aktivitas berada di Gilimanuk.

Dari beberapa warga yang saat ini sudah terlihat untuk mulai menggunakan masker untuk bisa menghindari adanya debu yang kini sudah mulai untuk beterbangan berada di udara sekitaran Gilimanuk. Beberapa warga yang berada di Kab Jembrana mereka mulai mengeluh karena adanya ketebalan dari abu vulkanik tersebut.

“Dari dari beberapa warga yang sudah mulai merasakan adanya debu vulkanik yang berasal dari Gunung Raung. Dari debu tersebut yang dimana sudah menganggun adanya jarak pandang, juga dari pernapasan dan juga menganggu mata orang lewat karene kelilipan,” terang dari Divi yang sudah di ketahui adalah warga sekitar saja, disebutkan kepada wartawan untuk hari ini, Kamis (9/7/15).

Adapun hal yang sama sudah di tuturkan oleh warga yang lainnya. Yaitu dari Nyoman yang sudah menyiapkan perlengkapan masker untuk keluarganya karena adanya debu yang sangat tebal sekali.

“Tadi adanya debu dari vulkanik Gunung Raung di Banyuwangi sudah mulai menyerang sini. Debu sudah tebal. Jadi saya sudah menyiapkan adanya masker, takut bisa mengganggu pernapasan,” terang dari Nyoman menjelaskan secara terang.

Dari aktivitas Gunung Raung yang dimana terus menyemburkan material abu vulkanik telah membuat radius zona bahaya semakin meluas lagi, kini mencapai 6 km. Dari warga yang telah tinggal berada di pemukinan terdekat kawasan Gunung Raung sendiri sudah siap untuk bisa di ungsikan.

Gunung Raung saat ini masih meletus dengan tipe strombolan. Tipe tersebut adalah gunung api yang letusannya mengeluarkan lava cari tipis, tekanan dari gas masih sedang. Letusannya tidak terlalu kuat, akan tetapi terus menerus, dan berlangsung lama.

About The Author