Kabar Berita Ekonomi – Tahun 2015 BBM Harus Naik

 

Seperti keadaan yang ada di saat ini, Defisit anggaran Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja (RAPBN) 2015 akan bisa di tekandari 2,3 persen dan bisa menjadi 1,4 persen dengan keadaan Produk Domestik Bruto (PDB). Cara tersebut adalah, pemerintah baru akan bisa menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi R. 2.000 dalam setiap liternya.

Menteri Keuangan yang bernama M Chatib Basri memberikan ungkapan, dengan penghematan yang sudah di laksanakan nanti dengan menaikan harga BBM Rp2.000 per liter mencapai Rp98 triliun.

Maka dengan begitu, imbuhnya ruang fiscal itu memang bisa di manfaatkan pemerintah baru untuk bisa mendukung pertumbuhan ekonomi.

“Itu dalam tahunan anggaran satu tahun ya,” ujar dari M. Chatib tersebut yang di sebutkan kepada wartawan berada di kantornya, untuk hari ini Selasa (19/8/14).

Dirinya yang sudah berpendapat, momentum waktu yang sangat tepat adalah untuk menaikkan adanya harga BBM adalah di awal tahun nanti. Maka dari itu penghematan yang di hasilkan bisa semakin maksimal lagi dan optimalisasi kebijakan pemerintah akan bisa lebih maksimal lagi.

“Kalaupun nanti bisa di naikkan dalam pertengahan tahun ini, itu akan kepotong lagi. Maka dari itu yang sangat baik untuk di siapin dari sekarang adalah, masukan saja berada di APBN – P2015 akan bisa terus di lakukan lagi,” ujar darinya menambahkan.

Walaupun dengan demikian, anggapannya yang harus menjadi perhatian yang ada dari pemerintah adalah tekanan inflasi dari kebijakan yang di rencanakan tersebut.

Dirinya telah memaparkan laju inflasi di tahun 2015 juga dari kebijakan tersebut bisa di terapkan menjadi lebih 8 persen, yaitu 4,4 persen asumsi yang sudah di tetapkan dalam RAPBN 2015 dengan di tambah kebijakan menaikkan harga BBM sekitar 3,6-3,9 persen. Belum jelas apakah nanti ini akan di naikkan memberikan efek buruk kepada ekonomi apa menjadi efek baik kepada ekonomi yang ada. Pastinya banyak yang tidak bisa terima dengan rencana ini bila benar.

Be Sociable, Share!