Kabar Berita Nasional – Dokumen Rahasia BIN Harus Ditindak Lanjuti

 

Marciano Norman, yang sudah menjadi Kepala Badan Intelejen Negara sudah memberikan permintaan kepada Tentara Nasional Indonesia untuk bisa bertanggung jawab dengan bocornya dokumen rahasia mengerti isinya adalah hasil sidang Dewan Kehormatan Perwira (DKP) atas nama Prabowo Subianto.Dokumen tersebut yang sudah di sebutkan oleh Marciano Norman seharusnya tidak bisa di bawa oleh orang orang yang tidak berkepentingan.

“Masalah utamanya adalah sudah lama dan saya yang sudah merasa pihak berwenang untuk bisa mengevaluasi tersebut. Dokumen – dokumen tersebut yang seharusnya tidak boleh bocor kepada mereka yang tidak berkepentingan mengerti atas isinya,” ujar dari Marciano yang sudah di temui berada di Istana Negara, Jakarta untuk hari ini Senin (9/6/14).

Marciano yang sudah mempunyai dugaan itu milik dari Markas Besar TNI. Maka dari itu meminta kepada seluruh jajaran TNI bisa mengevaluasi kembali peyimpanan berkas yang termasuk berkas rahasia.

“Dokumen-dokumen itu yang di mana seharusnya bisa tidak boleh di ketahui dan tidak boleh untuk keluar,” ujar dari sang mantan Panglima Kodam Jaya tersebut.

Marciano sendiri yang memang sudah merasa sangat enggan untuk memberikan spekulasi tentang unsur politik dalam peredaran dokumen DKP masalah pemberhentian dan pencopotan Prabowo tersebut.

Surat yang di sebut ini sebagai keputusan dari DKP kini sudah di ketahui banyak orang di media social. Di dalam surat tersebut tertulis kalau keputusan dari DKP yang di buat untuk tanggal 21 Agustus 1998. Dalam dokumen tersebut, surat berklarifikasi rahasia ini di tanda tangani dari beberapa petinggi TNI yang ada di saat itu. Berikut yang di antaranya adalah Subagyo HS sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Agum Gumelar, Susilo Bambang Yudhoyono,Ari J Kumaat, Fahrul Razi, Djamari Chaniago, dan Yusuf Kartanegara.

Di dalam empat lembar surat tersebut yang tertulis pertimbangan dari berbagai pelanggaran yang di lakukan Prabowo. Tindakan dari Prabowo disebutkan memang tidak layak terjadi dalam kehidupan prajurit dan juga perwira TNI.

Be Sociable, Share!