Kabar Bisnis – Bill Gates Kaget Warga AS Sedikit Yang Masuk Panama Papers

 

Bill Gates yang di ketahui dirinya adalah pendiri dari Microsoft memberikan pengakuan kalau merasa sangat terkejut mengerti keaslian bahwa individu pemegang paspor Amerika Serikat yang sudah di ungkapkan di dalam Panama Papers terhitung sedikit. Ini yang sudah menjadi dokumen skandal keuangan milik dari firma hukum Panama Mossack Fonseca yang sudah berhasil untuk di sebarkan konsorsium jurnalis investasi internasional.

“Saya merasa sangat terkejut akan Panama Papers, mengapa hanya ada sedikit orang AS berada di dalamnya,” terang dari Bill Gates yang sudah di wawancarai berada di CNBC, berada di Qatar untuk hari kemarin (Kamis 14/4/16).

“Kapanpun dari Anda bisa melaporkan surat pemberitahuan atau SPT pajak. Maka anda pasti di mintai untuk mendeklarasikan rekening dan aset berada di luar negeri. Itu tidak ada artinya permintaan tersebut bisa di penuhi dengan benar,” terang dari Bill Gates menjelaskan.

Dari Panama Papers yang sudah di ketahui sebutkan sekitaran ada sebanyak 200 nama warga AS. Sudah banyak teori yang kini santer di kabarkan menanggapi mengapa sedikit orang AS yang terungkap di dalam dokumen yang sudah menyeret dari beberapa orang-orang penting negara. Seperti para petinggi negara yang mendapatkan masalah adalah PM Inggris David Cameron, PM Rusia Vladimir Putin dan Perdana Menteri Islandia David Gunnlaugsson. Yang sangat tragis adalah PM Islandia David Gunnlaugsson yang akhirnya rela untuk mengundurkan diri dari jabatannya.

Untuk beberapa teori yang sudah bekembang adalah, Mossack Fonseca tidak termasuk dari firma hukum yang di unggulkan oleh warga Amerika Serikat. Setelah itu ada juga teori yang lainnya sebutkan bahwa AS mempunyai struktur entitas yang sangat fleksibel dan keringanan pajak korporasi.

Satunya lagi, jika memang ingin mendirikan suatu perusahaan bodong, warga AS tidak perlu untuk pergi ke Panama. Sebab itu masih bisa di lakukan berada di beberapa negara bagian AS.

Ada di sisi lainnya, Bill Gates juga kaget mendengarkan laporan bahwa Guardian kemarin memberikan kabar lembaga amal internasional itu total dana yang parkir korporasi AS di negera surga pajak ini bisa mencapai USD 1,4 triliun.

No related content found.

Be Sociable, Share!