Kabar Bisnis dan Ekonomi – Dikeruk Freeport 1,7 Miliar Ton, Emas di Papua akan Habis 2054

PT Freeport Indonesia sudah tercatat telah beroperasi mulai tahun 1967 serta sudah mendapatkan izin Kontrak Karya atau KK dari pemerintah pada waktu itu. Freeport sudah mengeruk kekayaan milik Papua berupa tembaga dan emas. Pertambangan Grasberg, Tembagapura merupakan tambang yang memiliki kandungan emas paling besar yang ada di dunia.

Wahyu Sunyoto selaku SVP Geo Engineering dari PT Freeport Indonesia telah mengatakan bahwasannya sisa dari cadangan tembaga dan emas pada tambang Grasberg pun hanya tersisa 2,1 miliar ton dimana totalnya tembaga dan emas ada sekitar 3,8 miliar ton.

“Sampai dengan saat ini, 1,7 miliar ton yang telah ditambang. Sementara itu sisanya 2,1 miliar ton,” ungkap Wahyu ketika ditemui di Hotel Bidakara pada Senin 20/3/2017.

Dirinya pun memprediksi bahwasannya pada tahun 2054 nanti, cadangan tembaga dan emas yang berada di Papua akan habis. Tetapi dirinya sudah melakukan antisipasi supaya hal itu tidak terjadi. Salah satu cara yang dilakukan ialah dengan menurunkan kapasitas produksi dari tambang Grasberg.

“Pada saat ini masih tersisa 2,1 miliar ton, guna manjaga produksi hingga 2054 dengan cara menurunkan kapasitas produksi hingga 100.000 ton disetiap harinya,” kata Wahyu.

Lebih lanjut lagi, perlu adanya usaha yang keras untuk bisa menemukan tambang tembaga dan emas di Papua sebab terkendala dengan infrastruktur.

“Penemuan tembaga dan emas sudah semakin maju, akan ada tambang – tambang lainnya yang ada di Papua. Yang menjadi tantangan utamanya ialah daerah yang begitu rapat sehingga eksplorasi konvensional tidak bisa,” jelas Wahyu.

Sementara itu, terkait dengan polemik akan perubahan izin dari Kontrak Karya menjadi IUPK, dirinya pun berharap apabila pihak Freeport dan Pemerintah Indonesia bsia duduk bersama untuk sama – sama mencari solusi yang tepat.

“Bapak Dirjen Minerba telah memberikan kurun waktu hingga enam bulan yang akan datang. Oleh karena itu, kita akan memanfaatkannya guna mendapatkan solusi yang terbaik,” pungkasnya.

Memang polemik yang terjadi antara PT Freeport dengan pemerintah Indonesia sudah terjadi, bahkan dalam beberapa waktu terakhir ini, polemik itu semakin ramai diperbincangkan.

About The Author