Kabar Bisnis dan Ekonomi – IORA Siap Buka Peluang Ekspor yang Baru

Bekerja sama dengan berbagai negara dari anggota Asosiasi Negara Lingkar Samudera atau yang disebut dengan Indian Ocean Rim Association yang disingkat IORA telah diyakini akan menajdi momentum Indonesia guna meningkatkan kinerja ekspor.

Pasalnya dari pasar baru yang bertujuan dari ekspor akan makin terbuka sangat luas lewat sejumlah kesepakatan bisanis yang telah terjadi pada sela-sela KOnferensi Tingkat Tinggi atau KTT IORA yang ada di Jakarta.

Ekonomi dari Universitas Indonesia yaitu Fithra Faisal Hastiadi telah mengatakan bahwa negara yang sudah tergabung dari dalam IORA itu adalah negara yang memang sifatnya non tradisional terapi potensial. Sampai saat ini  partner dari dagang tradisional Indonesia yaitu dari China, Amerika Serikat dan juga Jepang.

Baginya sebuah strategi yang memang harus diambil Indonesia untuk kedepannya merupakan emperlebar portofolio menuju negara non tradisional. Maka dari itu Indonesia tak tergantung kepada kondisi negara mitra dari dagang tradisional itu.

Sehingga jika ada sebuah krisis ataupun penurunan permintaan dari negara mitra dagang tradisional maka tak akan berdampak negartif bagi Indonesia. “Jika bicara soal IORA, maka cakupannya begitu sangat luas dan melibatkan berbagai daerah ekonomi misalnya saja ASEAN, SAARC atau bagi negara Asia Selatan, kemudian ada juga Australia dan juga Afrika. Hal itu akan melibatkan banyak sekalli negara dan akan besar sekali potensi kerja samanya,”jelas Fithra.

Dari beberapa komoditas andala dari Indonesia yang dpaat didorong merupakan komoditas unggulan misalnya saja kopi, kemudian produk dari pertanian dan juga tekstil. Untuk ke depannya juga dpaat dijajaki ekspor spare part & juga komponen elektronik.

Fithra juga menyarakan pada paningkatan kerja sama dapat dimulai dari negara yaitu dengan ukuran GDP yang memang cukup besar dan juga jarak yang tak terlalu jauh misalnya saja Australia dan juga India.

“Namun tak menutup kemungkinan juga untuk memulai menggarap pasar Afrika. Dari negara Afrika Selatan dapat menjadi sebuah pintu masuk ekspor Indonesia menuju ke benua Afrika,” jelasnya.

Di tahun 2016 potensi dari pasar Afrika ini mencapai 550 miliar dollar Amerika Serikat, namun realisasi ekspor dari Indonesia kesana baru saja mencapai 4,2 miliar dollar Amerika Serikat.

About The Author