Kabar Bisnis dan Ekonomi – Peserta Tax Amnesti Akan Membanjir di Akhir Desember

 

Jelang adanya tutup pintu periode ke II program tax amnesty atau pengampunan pajak dari DJP Kemenkeu telah optimims keikutsertaan WP  atau wajib pajak akan bisa mengalir deras pada bulan Desember ini.

Dari Direktur Penyuluhan, Pelayanan & Humas atau disingkat P2 Humas DJP Kemenkeu yang bernama Hestu yoga S., telah mengatakan adanya keyakinan  tersebut sudah mmuncul dari pengalaman di periode I, di mana banyak keikutsertaan wajib pajak langsung saja melonjak drastis pada bulan terakhir.

“memang itu merupakan karakteristik masyarakat. Dari periode I kemarin,90% dari 400 ribu wajib pajak telah masuk pada bulan September. Maka, di bulan Desember ini akan banyak yang juga mengikuti tax amnesty,” jelas Yoga disaat ditemui di kawasan harmoni, Jakarta seperti yang sudah di lansir dalam cnnindonesia.com pada hari Jumat, 02/12/2016.

Tidak hanya bisa membaca bagaimana karakteristika masyarakat Indonesia, ternyata pihak DJP telah mengklaim dari beberapa sisi keikutsertaan wajib pajak pada 2 bulan pertama di periode II sebetulnya jauh lebih tinggi jika dibandingkan pada 2 bbublan pertama pada periode I.

Yoga juga mencatat, DJP dapat menjaring kurang lebih 21 ribu wajib pajak kurang lebih Juli sampai Agustus 2016 silam. Dan sementara itu, sepanjang bulan Oktober sampai dengan November 2016, tangkapan dari DJP malahakan menjadi gemuk dan hampir 4 kali lipat, dengan mencapai 81 ribu wajib pajak.

Dia juga telah mencatat, dari laporan keikutsertaan harian, di 2 bulan pertama di periode I, keikutsertaan kurang lebih 2 ribu wajib pajak per harinya dari seluruh Indonesia. Tapi, sejak akhir November , adanya kenaikan telah meningkat 2 kali lipat, yaitu menjadi 4 ribu wajib pajak per harinya di seluruh Indonesia.

Lalu jika dilihat dari uang tebusannya, kurang lebih ada Rp. 30 miliartelah dikantongi DJP untuk perharinya 2 bulan pertama di periode I dan jumlahnya saat ini sudah meningkat yaitu mencapai Rp. 50 miliar.

Adapun optimism dari DJP itu telah diteruskan dengan semakin sering memetakan kalanagan wajib pajak yang akan dibidik termasuk juga catatan potensi harta belum dilaporkan di dalam surat tagihan pajak dan juga adanya strategi khusus yang digunakan.

Be Sociable, Share!