Kabar Bisnis dan Ekonomi – Pihak Bea Cukai Siap Bantu BI dan PPATK Cegah Pencucian Uang

 

Direktur Jenderal Bea & Cukai yaitu Heru pambudi telah menyatakan siap membantu di pUsat Pelaporan & Analisis Transaksi keuangan atauyang disingkat dengan PPATK & juga Bank Indonesia atau BI di dalam mencegah praktik tindak pencucian uang & juga pendanaan kepada terorisme. Ada salah satu upaya yaitu dengan melakuakn sebuah pengawasan kepada pembawaan uang tunai/ sebuah instrument pembayaran yang lainnya.

Bagi Heru, instansi yang telah dipimpin mempunyai kewenangan untuk bisa melakukan pengawasan kepada pembawaan uang tunai menuju wilayah Indonesia di atas Rp. 100 juta, dari perpindahan uang yang tak ditransaksikan secara perbankan oleh para pelintas batas dan juga perpindahan nilai uang di dalam bentuk multiple invoicing, over/under incoicing, false declaration, dan ovel/under shipment.

Tapi, dia telah mengakui tantangan geografis di dalam melakukan pengawasan keluar masukknya uang tunai menuju ke Indonesia yang memang sudah sesuai dengan adnaya ketentuan cukup sulit dilakukan. Untuk itu telah dibutuhkan kerjasama anatr instansi yang berwenang untuk bisa melakukan pertukaran informasi, jadi dari pengawasan bisa lebih maksimal.

“Kami siap untuk melakukan kerjasama dengan pihak PPATK, BI dan juga dari kementrian yang terkait dengan adanya peningkatan pengawasan uang tunai. Kami akan siap membentuk intelligence center & juga mengerahkan para petugas untuk bisa mendukung program tersebut,” jelas Heru.

Dia juga telah menuturkan jika seseorang ingin membawa uang tunai sejumlah diatas Rp. 100 juta maka memang harus melaporkan ke instansi yang berwenang untuk melakukan pengawasan. Dan Heru juga berharap para petugas Bea Cukai yang ada di seluruh pintu masuk dan juga keluar Indonesia bisa lebih teliti di dalam melakukan pengawasan uang tunai.

Dari Dian Ediana Rae selaku Wakil Kepala PPATK telah menambahkan saat ini pihak pemerintah memang sedang merencanakan peraturan yang terkait dengan pengaturan pembawaan uang tunai ataupun instrument pembayaran lainnya ke dalam ataupun luar Indonesia.

“Di dalam peraturan itu, pihak kewenangan Bea Cukai bisa memperkuat di dalam melakukan pengawasan. Ada beberapa hal lainnya di atur dalam nominal pembawaan uang dan juga sanksi terhadap pelanggan,”jelas Dian.

Be Sociable, Share!