Kabar Bisnis dan Ekonomi – Singapura Masih Menjadi Pemberi Utang Teratas untuk RI Sebesar Rp 677 T

 

Bank Indonesia telah melansir data terbaru terkait dengan posisi dari utang luar negeri Indonesia. Sampai dengan bulan Januari 2017, tercatat utang luar negeri  Indonesia sebesar USD 320.28 milliar yang setara dengan Rp 4.274 triliun. Angka utang tersebut telah mengalami kenaikan yang cukup tinggi apabila dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Dimana pada bulan Desember 2016, telah tercatat untang luar negeri Indonesia berada pada angka USD 316.40 miliar.

Posisi utang sampai dengan Januari 2017 juga naik jika dibandingkan dengan bulan November 2016 diaman utang luar negeri Indonesia berada pada angka USD 315.34miliar.

Sebagaimana yang telah dikutip dari data Bank Indonesia bahwasannya sumber utang  luar negeri datanng dari 3 macam kreditor. Yang pertama ialah dari sejumlah negara dengan total mencapai USD 168,75 miliar. Selanjutnya dari organisasi internasional senilai USD 30,29 miliar sementara itu satu sumber yang lain senilai USD 121,22 miliar.

Sementara itu, dari sisi negara yang paling besar memberikan utang kepada Indonesia adalah Singapura. Negera tersebut  total telah memberikan utang mencapai  USD 50,78 miliar setera dengan Rp 677 triliun. Kemudian disusul dengan Jepang yang telah memberikan utang senilai USD 30,54 miliar. Di posisi ketiga ada China yang juga telah memberikan utang yang begitu besar pada Indonesia, yakni USD 14,76 miliar dan selanjutnya ada Hong Kong senilai USD 11,63 miliar. Amerika Serikat senilai USD 10,48 miliar.

Ada masih banyak lagi sejumlah negara yang telah memberikan utang kepada Indonesia dengan nilai pinjaman kurang dari USD 10 miliar, mulai dari Spanyol, Korea Selatan, Belanda, Jerman, Australia, Prancis dan sejumlah negara yang lainnya.

Sementara itu, berdasarkan organisasi inernasional, IBRD telah tercatat sudah member utang paling besar dengan nilai USD 15.82 miliar. Disusul ADB dengan utang senilai USD 9.3 miliar, lalu IMF senilai USD 2,7 miliar. Juga masih ada banyak organisasi internasional lainnya seberti NIB, EIB serta organisasi lain yang telah memberikan utang kepada Indonesia.

Meski pun demikian, Benedict Bingham selaku Adviser IMF sudah pernah mengungkapkan bahwasannya Indonesia tidak lagi berutang kepada lembaga moneter internasional itu. Ada pun utang yang telah tercantum pada data statistic utang luar negeri BI tersebut merupaka kuota penyertaan modal Indonesia pada bentuk mata uang khusus IMF atau biasa disebut dengan special drawing rights atau SDR.

Be Sociable, Share!