Kabar Bisnis dan Ekonomi – Sri Mulyani Mencurigai Orang Kaya Menutupi Hartanya

 

Menteri Keungan yang bernama Sri Mulyani telah mencurigai sebuah kelompok individu yang super kaya di Indonesia tidak mengikuti sebuah program Pengampunan Pajak ataupun yang tidak mendeklarasikan harta mereka dengan sepenuhnya, mempunyai harta lainnya  belum diumumkan.

Kementrian keuangan telah mencatat kurang lebih 100 orang super kaya yang ada di Indonesia belum melakukan laporan hartanya kepada Direktorat Jenderal Pajak guna mengikuti program pengampunan pajak.

Jumlah orang yang sudaper kaya itu ada sebanyak 20% dari jumlah WP paling terkemuka yang sudah diperkirakan dengan jumlah 500 orang. Hal tersebut ada di data gabungan soal 250 orang paling kaya di Indonesia  dengan versi Forbes dan Globe Asia dan juga data kantor wilayah perpajakan  yang ada di DKI Jakarta. Orang yang super kaya akan lebih dikenald engan  nama Ultra High Net Worth Individual.

Sri mulyani juga mengakui sangat kecewa dengan adanya sejumlah 100 orang yang super kaya itu. baginya, hal tersebut telah menunjukkan adanya tingkat kepatuhan pajak pada golongan itu masih belum begitu sempurna.

Padahal dari uang tebusan yang usdah ditawarkan dari pihak pemerintah telah dianggap cukup rendah. Dan sudah sesuai dengan UU nomor 11 th. 2016 yaitu tentang perngampunan pajak, dari tariff tebusan untuk di dalam negeri hanyalah berkisar 2 %, 3 % sampai pada 5% dari harta yang telah dideklarasikan.

Sementara untuk bagian tariff tebusan harta yang dari luar negeri, angkanya juga sudah dipatok 4%, 6% dan juga 10%. “”Jadi, republilk itu memang sepertinya republic yang seadanya saja. Jadi orang yang iangin membayar pajak, dan juga jika kmau membayar paja sesuka-sukanya. Hal itu sudah membuat saya antara geram dan juga sedih,” jelas Sri Mulyani saat ditemui di Istana Negara, pada hari Jumat silam seperti yang sudah dilansir dalam cnnindonesia.com pada hari Senin, 10/12/2016.

Selain meninggung permasalahan 100 WP yan terkemuka itu pihak Sri Mulyani telah mengapresiasikan WP yang sudah berpartisipasi di dalam pengampunan pajak. Dengan demikian dia pun masih yakin bahwasannya peserta dari program ini pun belum juga mendeklarasikan hartanya secara penuh.

Be Sociable, Share!