Kabar Bola Indonesia – Firasat Yang Ada Sebelum Meninggalnya Sekuo Camara

Suatu berita yang sudah muncul dari sepak bola Indonesia yaitu berita duka. Kini ada berita duka dari sang pemain sepak bola yang berasal dari Pelita Bandung Raya yang bernama Sekuo Camara di mana dirinya sebelum meninggal dunia telah mempunyai suatu firasat. Dirinya yang sudah di ketahui mendapatkan serangan jantung pada umurnya yang masih 27 tahun di saat mengikuti sesi latihan bersama di Stadion Siliwangi, Bandung Jawa Barat. Dari tanda-tandanya adalah perilakunya yang sangat berbeda padahal dirinya mempunyai suatu kondisi yang masih bugar.

“Suatu kejadian yang sangat begitu cepat sekali, kami yang sebelumnya tidak pernah menyangka kalau hal ini bisa terjadi pada Camara. Tentu rasanya akan sangat kehilangan mengingat dirinya adalah pemain terbaik kami saat ini,” ujar dari Marco Gracia Paolo yang menjadi Direktur PT Kreasi Performa Pasundan PBR yang sudah di temui oleh wartawan yang berada di rumah duka dari mendiang Camara yang berada di jalan Surya Kencana, Bandung Jabar.

Marco yang sudah memberikan suatu cerita kalau Camara yang sebelum meninggal sudah tertawa lepas dengan teman-temannya.

“Pada siang harinya Camara yang masih bercanda-canda dengan semua rekan-rekannya,” ujar dari Marco.

Sebelum meninggal dirinya juga sempat untuk membeli pakaian dan banyak asesoris seperti dasi yang akan hendak di bawanya ke PVJ Bandung.

Setelah melakukan itu dirinya telah mendatangi suatu cara shooting yang mengambil suatu adegan seperti “Selamat Hari Raya Idul Fitri” dengan rekan satu PBR yang akan di publikasikan di web resmi PBR.

Tiba waktunya untuk latihan. Pada saat menuju ke pusat latihan  Camara yang sudah tidak capek untuk mengguankan ponselnya pada dan memberitakan kepada rekan-rekannya bahwa dirinya sedang berbincang kepada ibunya di Afrika Tengah. Dalam pembicaraan tersebut memang terlangsung lama, itu buktikan kalau bisa menjadi firasat. Karena memang tidak seperti biasanya. Sampai – sampai di sudah tiba di stadion Camara yang masih belum bisa terputus untuk berbicara dengan ibunya.

Itulah yang menjadi firasat yang sudah di rasakan rekan-rekannya sebelum dirinya tertunduk lesu karena serangan jantung tersebut.

 

 

About The Author

Reply