Kabar Bola Inggris – Van Gaal Marah Besar Dikritik Dua Legendaris MU

Dari sang pelatih andalan kubu klub Setan Merah, Manchester United yang merasa sangat emosi tinggi setelah dirinya mendapatkan kritikan yang berasal dari dua legenda klub tersebut. Adapun legenda itu adalah Paul Scholes dan Gary Neville yang memberikan kritik kepada sang pelatih berkebangsaan Belanda tersebut sangat habis-habisan. Louis Van Gaal meminta kepada Scholes dan Neville untuk menutup mulutnya atau mengambil pembicaraannya, karena keduanya di anggap tidak mengerti kondisi di dalam tim untuk saat ini.

Dari beberapa waktu lalu, Scholes sempat untuk mengeluarkan pernyataan yang sangat kontroversial. ‘The Ginger Bear’ mengerti kalau adanya popularitas MU di kota Manchester kini sudah semakin menurun. Berbeda pada saat sebelumnya.

Scholes sendiri memberikan suatu penilaian, kalau dari anak-anak muda di kubu Manchester ini lebih tertarik untuk bisa bergabung dengan kubu klub rival satu kotanya, Manchester City dari pada MU. Hal tersebut yang di sebabkan cara bemain, adanya fasilitas latihan, juga dari prospek ekonomi yang sudah di tawarkan kubu Manchester City lebih menjanjikan.

Hal tersebut itu pun sudah di amini oleh Neville. Bahkan dari sang mantan kaptenya lebih berani untuk sebutkan gaya main MU untuk saat ini layaknya tim papan tengah yang ada.

“Mereka yang berdua telah di bilang legenda? Saya justru mempunyai suatu pikiran, mereka akan membayar apa yang sudah mereka bicarakan. Bangunan dan juga biaya akomodasi yang sudah di janjikan itu tidak terlalu penting,” terang Van Gaal yang sudah di sebutkan oleh Daily Mail.

Belakang ini, bukan dari  Scoles dan Neville saja yang nantinya akan bisa memberikan kritikan kepemimpinan si Tulip Besi berada di kubu Manchester United. Mantan asisten pelatih MU, Mike Phelan, di mana ikut-ikutn gaya kepelatihan Van Gaal.

Seperti anggapan dari Phelan, Van Gaal sudah salah menyusun program latihan yang sudah mengakibatkan banyak pemain cidera di MU.

“Saya selalu menganalisa semua yang ada. Jika ada suatu pembicaraan ini tidak ada di dasari fakta yang kuat,” kata mantan pelatih timnas Belanda itu.

About The Author