Kabar Bola Terkini – Bos Leicester City Pastikan Anti Tiki-Taka

 

Pelatih Leicester City yakni Claudio Ranieri mengklaim dirinya sangat tak menyukai gaya permainan tiki-taka yang terlalu mengutamakan penguasaan bola. Berasal dari Italia, pelatih berusia 64 tahun itu lebih mengandalkan pertahanan yang kokoh.

Itu terlihat dari skema permainan Ranieri sewaktu menangani tim asal Spanyol, Valencia tahun 1997 lalu. Tim berjuluk Los Che itu juga diketahui menjadi tim dari luar Italia pertama yang ditangani oleh Ranieri di perjalanan karirnya.

Pada umumnya, tim-tim yang berasal dari Spanyol biasa memainkan gaya sepakbola yang cantik. Namun ditangan pelatih kelahiran Roma ini Valencia justru menerapkan skema yang sudah menjadi ciri khas dari negara kelahirannya itu (pertahanan yang solid).

“Bersama Valencia sekitar tahun 1990-an dulu, mereka mau saya untuk menerapkan skema permainan tiki-taka. Saya segera menyampaikan, jika Anda telah salah menunjuk pelatih. Karena saya sendiri sejujurnya tak terlalu senang dengan penguasaan bola.” papar Ranieri.

“Sebagian pemain kami juga ingin bermain seperti Rivaldo serta Figo yang kala itu memperkuat Barcelona. Tetapi, saya memaparkan, ‘Jika kami dapat menciptakan jumlah tembakan serta umpan silang yang dipastikan sama.”

Pilihan dari Ranieri itu akhirnya terbukti dengan mengantarkan Valencia mengakhiri musim di posisi empat besar 2 musim secara beruntun. Tim ini pun dipastikan mendapat jatah untuk ikut kualifikasi di ajang Liga Champions.

Skema yang sama ternyata juga kembali diulanginya bersama dengan tim yang ditanganinya saat ini, Leicester City pada musim 2015/16 ini. Dari Whoscored merilis jika tim berjuluk The Foxdes ini berada di posisi 18 dalam penguasaan bola dengan rata-rata sekitar 44,7 persen.

Untuk kurangnya penguasaan bola, mantan pelatih timnas Yunani ini justru lebih menonjolkan agresivitas. Terbukti, tim ini sanggup untuk melepas sekitar 22, 8 tekel tiap laganya alias tim ini cuma dari Liverpool.

Tim yang ditanganinya saat ini lebih sering mengutamakan serangan balik yang sangat cepat. Hal itu terlihat dari torehan 5 gol yang menjadikan tim menjadi tim terproduktif ini di ajang Liga Primer Inggris musim ini lewat skema ini.

Dari hal itulah, Ranieri terus menginginkan seluruh pemainnya bisa terus berlari di tiap laganya.

Be Sociable, Share!