Kabar Bulutangkis – Praveen/Debby Bertekad Tidak Mengulangi Kesalahan

 

Setelah hanya menjadi runner up pada gelaran tahun lalu, kini pasangan ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan dan Debby Susanto bertekad untuk bisa meraih gelar juara di Prancis Terbuka Super Series. Merka akan berhadapan dengan pasangan dari Republik Irlandia, Sam Megee/Chloe Magee pada pada pertandingan pertama.

Prancis Terbuka tersebut akan berlangsung di Stade Pierre de Coubertin Paris, mulai tanggal 25 hingga 30 Oktober 2016. PBSI telah mengirimkan sejumlah pemainnya pada turnamen yang berhadiah total sebesar USD 30 ribu.

Dari sector ganda campuran, PBSI telah mengirimkan empat pasangan. Mulai dari Praveen/ Debby, Hafiiz Faisal/Shela Devi AuIia, Alfian Eko Prasetyo/Annisa Saufika dan Ronald AIexander/Melati Deava Oktavianti.

Praveen/Debby bertekad untuk bisa menjadi juara dalam turnamen tersebut. Itulah yang mereka targetkan untuk bisa memperbaiki apa yang sudah mereka raih pada tahun lalu. Dimana pada gelaran tahun lalu, Praveen/Debby harus puas hanya berada di peringkat kedua telah mengalami kekalahan dari pasangan Ko Sung Hyun/Kim Ha Na pada partai final. Praveen/Debby menyerah dari pasangan Korea tersebut di tahun 2015.

“Kami akan berusaha tampil lebih maksimal serta berharap mamu mendapatkan hasil yang lebih bagus dari tahun sebelumnya. Saat di Denmark kemarin, terdapat banyak hal yang harus mampu kami perbaiki, mulai dari fokus di lapangan, ketenangan serta ada sejumlah hal yang lainnya. Semoga saja saya dan Jordan mampu tampil dengan lebih baik lagi,” ungkap Debby sebagaimana yang telah dikutip dari Badminton Indonesia.

Atas target tersebut, pasnagan yang juga menjadi unggulan kedua pada turnamen ini, Praveen/Debby pun bertekad untuk bisa memperbaiki hasil mereka pada Odense Denmark yang berlangsung pada pekan lalu. Keduanya telah terhenti pada babak perempat final setelah mengalami kekalahan atas pasangan China, yakni Zheng Siwei/Chen Qingchen.

“Kemarin kami telah mengalami kekelahan sebab kurang mampu fokus dalam permainan kami sendiri. Karena tidak fokus, sehingga banyak yang mati sendiri. Bola – bola mudah justru tidak mampu kami kembalikan dengan cara yang baik,” ujar Debby.

“Terlebih lagi menghadapi pemain muda. Ada kebanyakan dari mereka yang mainnya masih nothing to lose, sehingga mereka menjadi lebih lepas. Kami pun memang harus bisa lebih waspada karena saat ini semua yang menjadi lawan kami memiliki tingkat kesulitan yang hampir sama. Pada babak awal saja, bisa dibilang apabila lawan kami tidak gampang. Sehingga kami pun harus bisa menjaga fokus mulai awal pertandingan ini,” pungkasnya.

Be Sociable, Share!