Kabar DKI Jakarta – Ahok Merubah Sistem Laporan Keuangan Seperti Aturan Bank

Berasal dari pemerintah DKI Jakarta yang baru saja mendapatkan hasil laporan keuangan yang sama seperti di tahun sebelumnya berasal dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Berdasarkan dari laporan hasil penyampaian atau LPH yang sudah di serahkan pada saat penyelenggaraan Rapat Paripurna Penyampaian LPH BPK RI yang di selenggarakan berada di Ruang Rapat Paripurna Gedung DPRD DKI Jakarta, atas laporan keuangan pemerintah daerah atau LKPD Pemerintah DKI Jakarta, hari ini Senin (6/7/15).

“Jika memang di lihat berasal dari laporan in sebetulnya memang berulang-ulang seperti tahun sebelumnya. Adapun masalahnya yang paling utama adalah aset dan juga perjanjian kerjasama dengan pihak ketiga dalam keadaan tidak beres. Maka dari itu itu yang akan bisa kita beresin nantinya,” terang dari Basuki Tjahaja Purnama, Gubernur DKI Jakarta berada di dalam rapat paripurna.

Itu di karenakan berada di tahun 2015 ini Pemprov DKI Jakarta akan bisa memberlakukan sistem akrual basis, dimana dari sistem pelaporan keuangan DKI bisa di samakankan dengan sistem keuangan yang ada berada di perbankan, jadi tidak bisa untuk di ganggu gugat.

“Berada di tahun ini memang semua keuangan sudah di kunci seperti berada di bank, kita sendiri yang ingin ada sampai berada di titik seperti itu. Kita memang tidak mau lagi kalau ada SKPD yang nakal, dimana malah tukar-menukar bon dan akuntansi acak-acak daman mengatur pengeluaran dan pemasukan uang,” terang dari Ahok memberikan suatu keterangan tambahan.

Ahok sendiri yang sudah menargetkan berada di tahun ini, rencana yang ada harusnya bisa untuk di terapkan mengingat memang ada dua pegawai BPK yang sudah di tarik untuk bisa menjadi PNS DKI.

“Yaitu berasal dari BPKAD (Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah), Pak Syaiful, dimana orang itu bisa membuat sistem seperti bank, jadi kita mengikuti aturan yang ada,” ujar Ahok.

About The Author