Kabar Dunia Baru – Alasan ISIS Targetkan Khilafan Kepada Orang Indonesia

Berita tentang kelompok militant yang sudah mendirikan kekhalifan yang ada di Irak, bernama ISIS tersebut telah mencari adanya dukungan dan merekrut banyak orang, dan kini di beritakan mereka juga mencari Warga Negara Indonesia (WNI). Mereka yang mempunyai suatu harapan kalau dari orang Indonesia akan bisa dengan mudah di ajak dengan konsep kekhalifan tersebut.

Seperti dari pengamat intelejen yang bernama Wawan Purwanto memberikan suatu penilaian kalau pergerakan yang di lakukan oleh ISIS tersebut memang akhir-akhir ini semakin berkembang dan tanpa ada rasa ragu untuk mencari para anggota barunya. Akan tetapi dirinya memberikan suatu penilaian kalau pergerakan serupa dari ISIS tersebut memang sudah lama terjadi.

“Pergerakan yang berasal dari Timur Tengah tersebut akan memberikan pengaruh besar di Indonesia dan akan menggiring pada penanggung bahwa mereka telah mengait-ngaitkan dengan unsur persaudaraan bersama dengan agama,” ujar dari Wawan yang sudah di sebutkan kepada wartawan untuk hari ini, Jumat (1/7/14).

Wawan sendiri memberikan penjelasan lebih lanjut lagi, kelompok organisasi separatis yang memang sengaja untuk menggunakan keyakinan untuk mengaduk perasaan dan juga berjihad. Seperti dari ISIS yang menggunakan banyak cara untuk bisa melakukan pergerakan mereka untuk mewujudkan kekhalifan.

Dirinya memberikan contoh, kelompok separatis yang pernah terjadi berada di negara-negara seperti Yaman, Suriah, Irak, dan Palestina. Akan tetapi seperti anggapan dirinya pergerakan tersebut mempunyai tujuan yang berbeda-beda.

Lebih lanjutnya lagi Wawan yang sudah menyebutkan kalau ISIS telah meyakini kalau dari orang Indonesia mempunyai jiwa militansi yang sangat tinggi. Dengan itu kata dirinya akan sangat mudah untuk di ajak berafiliasi dengan ISIS.

“Memang akan ada memberikan pembiayaan dengan sangat baik dan bagus. Hal tersebut yang membuat dari para anggota barunya semakin tertarik dan muncul adanya pemikiran khilafah,” ujar dari Wawan lagi menutup wawancara.

About The Author