Kabar Dunia Baru – Karena Cacat Pria Ini Ditunda Untuk Hukuman Gantung

Ada suatu rencana untuk melakukan eksekusi kepada seorang pria  untuk bisa menjalani hukuman gantung kini diakhir dengan ditunda. Bisa di ketahui orang yang akan di hukum gantung tersebut menderita penyandang cacat karena masalah teknis.

Berita yang menyebutkan kalau sang pria bernama Abdul Basit tidak bisa untuk digantung sesuai dengan panduan ketentuan eksekusi karena dirinya adalah seroang  pengguna kursi roda. Hal ini yang sudah di sebutkan berasal dari petugas pada saat memerintahkan kalau hukuman gantung  itu bisa di tunda terlebih dahulu.

Berada di dalam ketentuan yang ada di dalam hukum di sana, narapidana yang diharuskan bisa berdiri di tiang gantungan dalam menjalani hukuman eksekusi.

“Suatu peraturan yang mengandaikan terpidana berjalan ke tiang gantungan, akan tetapi untuk Abdul Basit tidak seperti itu, karena tidak mungkin orang cacat menggunakan kursi roda bisa berjalan ke tiang gantungan,” terang dari juru bicara Justice Project Pakistan bernama Wassam Waheed yang disebutkan kepada laman media BBC untuk hari ini, Rabu (23/9/15).

Dari para aktivis pegiat hak asasi manusia memberikan suatu tanggapan kalau menggantungkan seseorang yang dalam keadaan cacat menjadi suatu tindakan yang sangat keji dan merendahkan martabat. Resiko yang akan di dapatkan juga sangat tinggi, penggantungan tidak bisa berlangsung lancar terkait kondisi dari seorang yang cacat tersebut akan semakin merendahkan martabatnya.

Bisa di ketahui, kalau dari Abdul Basit yang kini telah berusia 43 tahun mendapatkan derita sakit kelumpuhan dari pinggang ke bawah. Dirinya yang memang menggunakan kursi roda setelah dirinya menderita sakit pada saat masih berada di dalam penjara.

Dari negara Pakistan yang sudah mencabut moratorium hukuman mati dan sudah memberikan aturan itu bisa berlaku lagi di Desember 2014. Semenjak itulah banyaknya pidana yang sudah di gantung adalah 200 orang lebih.

Pada saat itu, dari pemerintah mempunyai suatu alasan kalau pemberlakuan itu kembali agar bisa melawan adanya aksi terorisme, karena di beberapa saat lalu aksi Taliban yang sudah membantai sebanyak 150 orang.

About The Author