Kabar Dunia – Cerita Saksi Mata Tentang Teror Truk Maut Prancis

 

Ada dari salah seorang fotografer berasal dari Prancis sudah menjadi saksi didalam suatu serangan teroris truk maut berada di Nice, Prancis. Nama dari fotografer tersebut adalah Antoine Chauve dimana telah menggambarkan adanya peristiwa yang sangat mengerikan. Dirinya juga menceritakan tentang apa yang sudah di alaminya pada saat itu.

“Rasanya memang seperti sebuah adegan perang yang terjadi di saat itu. Memang sangat mengerikan sekali,” terang dari Antoine Chauve di dalam keterangannya di majalah Time, hari ini Jumat (15/7/16).

“Istri dan juga dari salah satu putraku telah pergi ingin bisa mengerti pesta kembang api berada di Pantai Neptunus dimana letaknya berada di seberang Hotel Negersco. Pada saat dari pertunjukkan sudah berakhir, dirinya dengarkan adanya orang-orang langsung berteriak. Mereka langsung berlarian ke beberapa arah. Setelah itu istriku menyebrang jalan dan beberapa detik kemudian truk yang berjalan cepat meluncur ke arah kerumunan,” terang dari fotografer tersebut menceritakan kronologi yang ada.

Istri dan juga anak Antoine Chauve sudah selamat dan bergegas untuk bisa kembali pulang berada di apertemen mereka. Akan tetapi Antoine Antoine Chauve yang malah mengambil kamera di tempat tinggalnya. Dirinya memutuskan untuk bisa kembali ke sana untuk mengambil gambar dan mengabadikan momen yang sangat horor tersebut.

“Sungguh sangat mengerikan. Jenazah banyak tergeletak berada di jalanan. Sejumlah orang yang masih menyelamatkan dari nyawa teman-teman mereka, dari beberapa yang menjerit berteriak untuk memanggil ambulans juga polisi. Semakin mendekat ke Place Massena, semakin banyak korban tewas,” tambah Chauve.

Dari perayaan Bastille Day dimana seharusnya bisa berlangsung meriah ada di seluruh Prancis. Akan tetapi pada akhirnya berubah menjadi mencekam karena aksi teror itu. Dimana ada sebuah truk besar yang berani masuk dan menabrak kerumunan warga. Akan tetapi dengan sangat cepat polisi berhasil melumpuhkan sopir truk tersebut dengan timah panas.

Dari identitas pelaku sudah di temukan, dirinya berusia 31 tahun dan mempunyai domisili ganda di Tunisia dan Prancis.

No related content found.

Be Sociable, Share!