Kabar Dunia – Gagal Menjadi Tempat Rekreasi, Banyak Kera Teror Desa

 

Semenjak di tahun 2003 silam, penduduk berasal dari Desa Xianfeng, Sichuan, Tiongkok dengan ramai-ramai mengangkut dari beberapa kera-kera liar berasal dari Gunung Emei. Adapun harapan sebelumnya adalah kere-kera tersebut akan bisa di jadikan objek wisata alam yang sangat menggiurkan lagi. Tujuannya untuk bisa memperbaiki perekonomian berada di kawasan Desa Xianfeng, Sichuan tersebut.  Rencana ini memang sudah lama menjadi harapan banyak kalangan  di sana juga.

Seperti yang telah di kabarkan di dalam laman media mashable.com, berada di hari ini Jumat (17/6/16)  niatan untuk menjadikan objek ini memang sudah berhasil hampir seratus persen realisasinya. Akan tetapi berada di tahun 2014 lalu, niatan dari para investor utama dari proyek seperti Zhou Zhenggu, dikabarkan meninggal dunia. Sepeninggalan dari Zhou Zhenggu tersebut lantas berdampak kepada manajemen yang semakin memburuk dan aliran dana yang semakin tidak teratur sampai pada akhirnya wisata ini langsung di tutup.

Berasal dari laporan media CCTV News yang melaporkan beberapa kera-kera tersebut kini sudah mengepung berada di desa Desa Xianfeng  tadi. Ini disebabkan kera tersebut ingin bisa hidup bebas dan kehabisan makanan.

“Tidak seperti yang ada di kawasan Gunung Emei, dimana dari kera-kera hidup ada di alam bebas secara mandiri. Beberapa kera berada di kawasan desa ini sudah terbiasa untuk dibesarkan di dalam penangkaran,” penulisan di dalam media tersebut.

Beberapa penduduk di Desa Xianfeng yang mengaku sangat kualahan dalam menangani ulah nakal beberapa kera-kera tersebut. Bukan hanya melakukan perusakan kepada ladang pertanian, kera-kera nekat ini sudah sering untuk menjarah adanya bahan makanan milik dari warga setempat. Bahkan melakukan yang namanya mengancam kepada masyarakat di sekitar dan berani untuk berkelahi dengan sesama kera sendiri jika terjadi gaduh di antaranya. Pemerintah setempat yang kini sedang melakukan rencana program pemulangan kera-kera itu ke tempat asalnya. Para ahli yang memberikan tanggapan bahwa setengah dari jumlah kera-kera itu saat ini sudah berhasil di pulangkan lagi, akan tetapi separuhnya masih sering mengepung desa.

No related content found.

Be Sociable, Share!

 
 

Tags

, , ,

Related Posts

  • No Related Posts

About the author