Kabar Dunia Hangat – Sikap Maju Mundur Dari Filipina Lawan Abu Sayyaf

Keberadan dari 10 warga negara indonesia yang sudah di sandera oleh beberapa kelompok radikal Abu Sayyaf berada di Filipina sampai saat ini masih belum ada kabar terbarunya. Sudah terhitung kalau sudah lebih satu bulan 10 WNI itu sudah ada di dalam tangan abu sayyaf, militan berbahaya berada di Filipina.

Suatu upaya diplomatik yang kini masih terus untuk di lakukan dari Indonesia kepada negara Filipina, seperti rencana Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang sampai saat masih belum bisa masuk ke dalam negara Filipina untuk bisa memberikan bantuan kepada para sandera. Hal ini disebabkan karena pihak Filipina sendiri yang masih belum bisa memberikan izin kepada negara kita untuk memberikan bantuan dengan alasan kedaulatan negara. Untuk saat ini para keluarga korban sandera menanti-nantikan nasib keluarga mereka.

Yang sangat ironi sekali, pada saat sikap dari Filipina yang di nilai masih kurang jelas. Ada di satu sisinya ingin bisa selamatkan para tawanan yang ada di tangan Abu Sayyaf, akan tetapi berada di sisi lainnya tidak ingin melakukan suatu penyerangan.

Kini berasal dari wakil presiden Indonesia Jusuf Kalla yang baru saja menyebutkan bahwa keputusan dari Filipina untuk tidak serang kepada Abu Sayyaf menggunakan kekuatan militer menjadi suatu tindakan agar para sandera bisa di jaga dan tidak menimbulkan korban jiwa.

“Berasal dari Filipina sendiri yang saat ini sudah melakukan suatu tindakan yang kooperatif. Maka dari itu dari pihak otoritas Filipina sendiri yang tidak melakukan rencana untuk serangan kepada militan tersebut, mereka takut akan terjadi korban banyak. Kita meminta jangan berada di daerah-daerah yang di kirakan ada di sandera itu berada,” ungkap dari Wapres Jusuf Kalla yang di temui berada di kantornya Jakarta untuk hari Rabu lalu.

Dari pasukan elite Filipina sendiri yang memang sudah sempat menjajal melakukan serangan penyerangan kepada Abu Sayyaf. Akan tetapi masih sayang sebelum sampai tempat sandera mereka langsung kalah karena di berondong peluru lawan. Walhasil belasan tentara elite dari Filipina sudah tewas.

About The Author