Kabar Dunia – Inilah Kisah Heroik Rambo Rusia Melawan ISIS

Julukan Rambo Rusia yang sudah di berikan kepada seorang yang bernama Aleksandr Prokhorenko. Julukan tersebut sudah di berikannya setelah dirinya mendapatkan bombardir dari pesawat-pesawat tempur Rusia setelah dirinya di kepung oleh para militer ISIS. Kini Aleksandr Prokhorenko si rambo Rusia tersebut telah di makamkan dengan megah oleh militer Rusia.  Bahkan berada di stasiun televisi Kremlin dengan khususnya mengabadikan pemakaman dari perwira militer dimana sudah di anggap menjadi pahlawan dari Pemerintah Presiden Vladimir Putin. Aleksandr Prokhorenko sendiri yang sudah di makamkan berada di hari Jumat kemarin.

Julukan Rambo Rusia ini memang pada awlanya sudah muncul berasal dari beberapa media barat dimana mengacu kepada tokoh fiksi dalam perang Vietnam, John Rambo. Aleksandr Prokhorenko meminta untuk di bunuh menggunakan bom milik pesawat tempur dari Rusia untuk bulan Maret lalu di saat dirinya sudah di kepung leh puluhan ektremis ISIS ada di Palmyra. Dari permintaan Aleksandr Prokhorenko ini mempunyai tujuan agar puluhan militan ISIS yang mengepungnya bisa ikut tewas juga. Dalam mengenangnya, Rusia juga membuat suatu konser ampitater era Romawi berada di Palmyra.

Di ketahui juga nama Aleksandr Prokhorenko akan di abadikan menjadi sebuah sekolah yang berada di Rusia. Presiden Vladimir Putin nantinya juga memberikan suatu anumerta untuk keberanian dan juga kepahlawanannya. Membutuhkan beberapa minggu untuk bisa mengambil dan juga mengindentifikasi tubuh dari Aleksandr Prokhorenko. Dirinya yang sudah di makamkan berada di desanya, Gorodki, ada sekitaran 1200 km berada di sebelah timur kota Moskow.

“Dari regu milisi Kurdi yang sudah mengambil bagian dalam dapatkan tubuh Aleksandr Prokhorenko untuk bisa keluar,” terang dari perwakilan Kurdi Suriah yang berada di Rusia bernama Farkhad Patiev. Dimana sudah disebutkan kepada televisi negara Rusia pada saat pemakaman, seperti yang diterangkan di dalam laman media Mirror,  malam kemarin (6/5/16).

“Apa yang sudah dia lakukan menjadi suatu perbuatan pahlawanan yang besar. Jadi kita harus selalu mengingatnya,” tambahnya lagi.

About The Author