Kabar Dunia – Intelejen : ISIS Sudah Merancang Serangan Brussels Sebulan Sebelumnya

Berasal dari aparat intelejen yang berasal dari Irak memberikan ungkapan berdasarkan dari beberapa informasi dari beberapa sumber yang ada di kota Raqqa, Suriah adanya kelompok Islam radikal Iran dan Suriah atau ISIS sudah merenanakan dan merancang serangan teror ini semenjak bula lalu.

Dari informasi tersebut di sebutkan kalau mereka sudah menyasarkan targetnya berada di bandar udara dan juga stasiun kereta di dalam serangannya.

Lanjutanya, tambahan dari pejabat intelejen itu memberikan ungkapan kalau sudah mengerti dan mengirimkan peringatan kepada negara-negara yang berada di Eropa akan terkait masalah ancaman teror tersebut, seperti yang di kabarkan di dalam laman media Associated Press,  Selasa (22/3/16).

“Akan tetapi sebenarnya, Burssels awalnya bukan menjadi bagian rancangan serangan teror pada saat itu,” tambah dari pejabat tersebut.

Dirinya sudah menduga kalau ISIS telah menggantikan target serangannya di kesempatan terakhir berada di Brussels yang ada di Belgia.

“Hal ini disebabkan karena adanya penangkapan dari Salah Abdeslam. Dirinya adalah pelaku serangan Paris yang sudah di bekuk berada di Brusells berada di hari Jumat lalu,” tambah darinya lagi.

Sama dengan pernyataan itu, dari pejaba senior intelejen dari Irak yang lainnya mengatakan kalau serangan teror ISIS ini berada di balik serangan yang mematikan ada di Brussels itu.

“Dari serangan itu sudah di rancang berada di Raqqa semenjak di dua bulan yang lalu, dan ada tiga pelaku peledakan bom bunuh diri sudah menerot di sana,” tambah dari dirinya.

Intelejen itu meminta kepada pihak agar dari nama dan identitasnya bisa di rahasiakan, karena seluruh informasi yang bakal di ungkap terkait penyelidikan yang masih berjalan.

Sebelumnya, Belgia sudah menetapkan hari berkabung nasional dalam kurun tiga hari menyusul adanya serangan bom teror yang mematikan itu.

“Nantinya seluruh bendera yang ada di gedung-gedung pemerintahan dan umum bisa di kibarkan setengah tiang sampai nanti hari kamis yang akan datang,” terang dari Frederic Cauderlier yang di ketahui adalah juru bicara Perdana Menteri Belgia Charles Michel.

About The Author