Kabar Dunia Internasional – Misteri Transponder Pesawat Malaysia Airlines

 

John Brennan, Direktur Badan Intelijen Amerika (CIA) tak dapat membuang kemungkinan aksi dari terorisme pada kejadian hilangnya pesawat Malaysia Airlines. Dan apa yang menjadi alasannya yaitu transponder yang tak memancarkan sinyal ketika terbang. Dari data yang dipunyai situs pencatat penerbangan, FlightRadar24, pesawat tersebut berhenti memancarkan sinyal transponder kurang lebih jam 01.21 waktu Malaysia di kawasan laut perbatasan dari Malaysia dengan Vietnam. Posisinya saat itu ada di 35 ribu kaki. Cuaca sedang cerah dan tidak ada bulan.

Komunikasi radio diantara pilot dengan menara pemantau yaitu jam 01.30 dinihari. Lalu pesawat menghilang. Dari data terakhir yang didapat, militer Malaysia melalui radarnya mendeteksi ada sebuah pesawat di Selat Malaka pada jam 02.40 waktu setempat. Ini berarti, pesawat telah mengubah arahnya ke Barat. Meski informasi tersebut dibantah, tetapi pada jumpa pers terbaru, dinyatakan terdapat obyek tak dikenal di tempat tersebut usai MAS dinyatakan hilang. Lalu bagaimana dengan transponder tadi? Bukankah alat tersebut penting untuk memonitor perjalanan pesawat. Dikutip dari CNN, Rabu (12/3/2014), berikut penjelasan mengenai transponder:

Transponder merupakan pemancar radio pada kokpit yang mendapat sinyal radar ‘cadangan’ serta mengembalikannya dalam kode squawk dengan posisi pesawat serta ketinggian. Sinyal tersebut konstan dipantulkan serta membantu pemantau udara guna mengarahkan kecepatan dan arah pesawat. Sedangkan radar utama melihat obyek dan menandai target kemudian menampilkannya pada monitor. Makin besar obyek, maka makin jelas terlihat. Transponder bekerja guna meningkatkan sinyal serta memberi tambahan informasi pada pemantau lalu lintas udara lewat radar cadangan.

Pada alat tersebut terdapat tombol yang dapat dirubah dari ‘ON’ ke ‘SBY’ (standby) ataupun ‘ALT’ (altitude). Dapat pula merubah aliran listrik ke transponder pada kokpit guna mematikannya. Ada sejumlah alasan yang memungkinkan pilot mematikan alat tersebut. Salah satunya mungkin saat dua buah pesawat yang berdekatan (ketika dekat dengan bandara). Pihak pengatur lalu lintas udara mungkin meminta pilot guna mematikan transponder ataupun merubah ke dalam posisi standby. Selain dari itu, apabila transponder mengirimkan informasi salah, kadang pilot juga akan mematikannya.

Be Sociable, Share!