Kabar Dunia Kesehatan – Lansia Rutin Olahraga Akan Terhindar Resiko Jatuh

 

Kini sudah banyak di ketahui kalau para kaum muda kemungkinan anggap jatuhnya orang pada seorang itu adalah tidak masalah. Dari orang-orang yang mempunyai usia 65 tahun memang mempunyai suatu pandangan tersendiri tentang terjatuh itu seperti apa, karena akan ada potensi bahaya yang bakal terjadi nantinya.

Melihat dari sebuah studi yang terbaru dimana sudah di lakukan dari para peneliti berasal dari Yale University, yang sudah di kabarkan dalam media Medical Daily untuk hari ini, Jumat (5/2/16) sudah berhasil untuk menemukan adanya pria yang lebih tua akan lebih siginfikan lagi dalam mengurangi resiko terjatuh dengan cara olahraga lebih rutin lagi. Akan tetapi masih di sayangkan, aktivitas fisik tidak mempunyai suatu efek sama kepada wanita lanjut usia.

“Dari program aktivitas fisik memang lebih  efektif lagi untuk bisa mengurangi suatu angka cidera serius lagi disebabkan terjatuh di seorang pria bisa di bandingkan dengan wanita,”  keterangan dari professor Geriatri di Yale, yang di ketahui bernama Dr.Thomas M. Gill.

Gill bersama dengan para koleganya sudah mengumpulkan data study Lifestyle Interventions and Independence for Elders (LIFE) guna untuk bisa mengerti akan adanya efek jangk panjang dari olahraga moderat kepada sebanyak 1635 orang yang berusia 70 tahun dimana masih jarang untuk bergerak di bandingkan dengan kelas pendidikan kesehatan. Adapun dari program aktivitas fisik satu ini sudah terdiri dari kegiatan dalam kekuatan, tingkat kefleksibelan, latihan keseimbangan, dan juga berjalan santai. Mengerti dari studi LIFE ini sudah menjadi analisa besar dan terpanjang untuk mengerti tingkat usia lanjut seseorang dan aktivitas fisiknya.

Dari beberapa pria yang berada di suatu kelompok latihan telah memperlihatkan pengurangan resiko sampai sebesar 38 persen akan ketahanan di dalam perisitwa terjatuh dengan seruis, meskipun begitu para wanita tidak memperlihatkan pengurangan yang sama.

Pria yang sudah lansia dan masih berolahraga telah memperlihatkan penurunan kecenderungan patah tulang bisa sampai 53 persen. Artinya tulangnya juga bisa lebih padat lagi.

Be Sociable, Share!