Kabar Dunia Maya – Batu Giok Aceh Berhasil Tembus Google Indeks

Adanya batu alam yang saat ini memang sangat marak di cari cari banyak orang telah baru saja menghebohkan di dunia maya akhir akhir ini. Adapun yang menghebohkan tersebut berasal dari batu alam yang berada di Aceh untuk beberapa saat lalu.

Kehebohan dari batu giok Aceh yang disebutkan mempunyai berat 20 ton dimteukan berad adi kawasan Gampong Krueng Isep, Kec Beutong, Nagan Raya, Aceh langsung menyedot adanya perhatian dari netizen berada di tanah Air. Apa saja yang menghebohkan dari batu akik Aceh tersebut?

Dari penemuan batu giok Aceh tersebut yang sudah berhasil untuk masuk ke dalam indeks Google tren di indonesia ini, berada di hari selasa kemarin, (24/2/15). Adanya batu giok Aceh ini sudah berhasil untuk menempati posisi ke empat, di cari sebanyak 20 ribu lebih dari penelususuran yang ada.

Seperti yang sudah di kabarkan, karena sebelumnya dari batu giok raksasa itu memang sudah sempat menjadi rebutan dari banyak orang. Orang orang yang berdatangan dengan jumlah banyak saling berebutan untuk menambang batu giok tersebut bersama dengan masyarakat setempat di sana.

Mencemaskan, karena lama kelamaan terjadi adanya kericuhan di sana. Maka dari itu untuk bisa menanggulangi terjadinya kericuhan lebih burk lagi, adanya batu giok tersebut langsung di berikan garis polisi dan di jaga ketat oleh anggota kepolisian dan juga TNI.

Nagan Raya, adalah suatu daerah yang mempunyai jarak 300 kilometer berada di selatan Banda Aceh, di sana memang sangat terkenal adanya penghasil dari batu alam di tempat yang di juluki dengan Serambi Mekkah tersebut. Adanya batu alam yang sudah beredar di Aceh memang lebih 50 persen berasal dari Nagan Raya, seperti dari jade, idocrase, napriet dan giok sendiri.

Seperti anggapan berasal dari Gabungan Pecinta Batu Alam Aceh (GaPBA) memberikan prediksi kalau giok aceh yang ditemukan di Nagan Raya tersebut adalah jenis idocrase super.  Jika memang di dalam batu tersebut terdapat sebanyak 60 persen idocrase super, maka harganya sampai bermilaran.

About The Author