Kabar Dunia – Perdana Menteri Ukraina Dipaksa Turun Dari Podium

Di dalam berlangsungnya rapat koalisi partai yang berkuasa di dalam parlemen Ukraina sudah di akhiri dengan kericuhan yang ada. Dari segala bentuk  interupsi sudah terjadi di dalam sesi tanya jawab dimana sudah berlangsung setelah PM Arseny Yatseniuk sudah berpidato untuk memaparkan data-data pencapaian pemerintah.

“Sudah saya sampaikan untuk beberapa saat yang lalu, di tahun lalu kalau tidak ada yang sudah mengumbar adanya janji-janji muluk,” terang dari Perdana Menteri  Arseny Yatseniuk menjelaskan. Diriya membela kabinetnya dari tuduhan kalau gagal untuk menangani lembaga besar di negara tersebut.

Pada saat ada yang tanya apakah diriya akan mundur, dan dengan tegas kalau pria yang berusia 41 tahu tersebut jawabnya kalau dirinya akan menerima keputusan dari parlemen Rusia.

“Saya masih menantikan keputusan dari parlemen Rusia. Saya tidak akan bisa mempertahankan kursi ini selanjutnya,” terang dariya.

Dengan sangat tiba-tiba ada seorang politikus berasal dari kubu Presiden Petro Poroshenko, Oleh Barna langsung untuk mendatangi podium. Dirinya yang langsung untuk memberikan suatu karangan bunga kepada PM Arseny Yatseiuk, dengan cara kasar.

Bukan hanya di situ saja. Masih belum di sagka, kalau Bara telah menangkap dari pinggang Aseny, selanjutnya mengangkatya, dan langsung turunkan dari podium. Bisa di ketahui kalau PM Arseny Yatseniuk merasa kaget dengan berpegangan pada podium. Akan tetapi, Barna sendiri masih tetap terus menggiringnya. Bahka mengangkat kaki dari sang petinggi dari negara Ukraina itu.

Mengerti akan kejadian itu, kubu dari Arseny Yatseniuk seperti dari partainya Partai People Front dengan amarah tegaskan tak terima. Dengan emosi tinggi pada akhirnya seorang politikus tersebut mendorogn Barna dan melayangkan pukulan. Ada dari pihak yang lai, dari kubu lawa para pedukug Presiden musuhnya merasa geram juga. Mereka juga ikut maju untuk bisa mengikuti yang namaya pekelahian fisik yang terjadi dalam beberapa menit. Kericuhan itu bukti kalau pemimpin negara sana belum sempurna.

About The Author